BUDIDAYA AYAM ARAB JENIS AYAM


Ayam Arab adalah ayam jenis ayam petelur, ayam ini sedikit berbeda corak bulu dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Meskipun menyandang nama ayam arab, ayam arab ini adalah ayam silver brakel kriel dari Belgia. Dari beberapa ekor yang didatangkan kolektor ayam di Temanggung, Jawa Tengah, pada 1989, berikutnya ayam arab–sebutan yang mengacu pada corak kepala putih mirip kerudung–tersebut diternak dan menyebar di tangan peternak setempat.

BUDIDAYA AYAM ARAB JENIS AYAM 


Ayam arab mampu berproduksi telur 80-90% dan tidak suka mengeram. Masih ada keunggulan lain, antara lain: efesiensi terhadap pakan yang hanya 80 gr/ekor/harisedangkan ayam leghorn bisa mencapai 110gr/ekor/hari,ayam jenis ini daya seksualnya sangat tinggi dan suka kawin, dalam waktu 15 menit mampu kawin 3 kali. Sebenarnya Ayam Arab ini termasuk galur ayam buras yang unggul di Belgia.
Untuk mendapatkan produktivitas ayam arab yang maksimal diperlukan perawatan yang optimal, antara lain: penyediaan kandang yang sesuai, pakan yang teratur, pengendalian penyakit. Ada pula hal yang turut perperan dalam kesuksesan agribisnis ayam arab yaitu Pengelolaan Produksi dan Manejemen Usaha. 

Telur ayam arab istimewa karena ukuran kuning telur lebih besar dan berwarna kemerahan terang. Namun, dengan seabrek keunggulan itu, ayam arab masih menyimpan kelemahan, yakni dagingnya agak kehitaman sehingga perlu usaha ekstra untuk menjualnya bila ayam arab sudah memasuki masa apkir sekitar umur 2–2,2 tahun. Toh, hal itu sebetulnya bukan masalah mengingat harga jual telur serupa ayam kampung atau 30–40% lebih tinggi daripada ayam ras petelur.