KANDUNGAN GIZI PADA DAGING AYAM



Daging Ayam adalah bahan makanan hewani unggas-unggasan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Daging Ayam mengandung energi sebesar 302 kilokalori, protein 18,2 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 25 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 200 miligram, dan zat besi 2 miligram.  Selain itu di dalam Daging Ayam juga terkandung vitamin A sebanyak 810 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Daging Ayam, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 58 %.



setiap 100 gram daging ayam mengandung 74 persen air, 22 persen protein, 13 miligram zat kalzium, 190 miligram zat fosfor dan 1,5 miligram zat besi. Daging ayam mengandung vitamin A yang kaya, lebih-lebih ayamkecil. Selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin C dan E. Daging ayam selain rendah kadar lemaknya, lemaknya juga termasuk asam lemak tidak jenuh, ini merupakan makanan protein yang paling ideal bagi anak kecil, orang setengah baya dan orang lanjut usia, penderita penyakit pembuluh darah jantung dan orang yang lemah pasca sakit. Daging ayam lebih unggul daripada daging sapi, kambing dan babi. Mengapa daging ayam lebih digemari masyarakat daripada daging-dagingan lainnya, karena daging ayam gampang dimasak. Ditambah masa pertumbuhan dan peternakannya agak pendek


Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Daging Ayam :



  • Nama Bahan Makanan : Daging Ayam
  • Nama Lain / Alternatif : Ayam 
  • Banyaknya Daging Ayam yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
  • Bagian Daging Ayam yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 58 %
  • Jumlah Kandungan Energi Daging Ayam = 302 kkal
  • Jumlah Kandungan Protein Daging Ayam = 18,2 gr
  • Jumlah Kandungan Lemak Daging Ayam = 25 gr
  • Jumlah Kandungan Karbohidrat Daging Ayam = 0 gr
  • Jumlah Kandungan Kalsium Daging Ayam = 14 mg
  • Jumlah Kandungan Fosfor Daging Ayam = 200 mg
  • Jumlah Kandungan Zat Besi Daging Ayam = 2 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin A Daging Ayam = 810 IU
  • Jumlah Kandungan Vitamin B1 Daging Ayam = 0,08 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin C Daging Ayam = 0 mg
  • Khasiat / Manfaat Daging Ayam : - (Belum Tersedia) 
  • Huruf Awal Nama Bahan Makanan : D 


Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.


Hasil Riset / Penelitian Lainnya Yang Berhubungan Dengan Daging Ayam :




  • Nama Bahan Makanan : Daging Ayam Sukabumi
  • Banyaknya Daging Ayam Sukabumi yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
  • Bagian Daging Ayam Sukabumi yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
  • Jumlah Kandungan Energi Daging Ayam Sukabumi = 244 kkal
  • Jumlah Kandungan Protein Daging Ayam Sukabumi = 36,7 gr
  • Jumlah Kandungan Lemak Daging Ayam Sukabumi = 9,2 gr
  • Jumlah Kandungan Karbohidrat Daging Ayam Sukabumi = 1 gr
  • Jumlah Kandungan Kalsium Daging Ayam Sukabumi = 81 mg
  • Jumlah Kandungan Fosfor Daging Ayam Sukabumi = 154 mg
  • Jumlah Kandungan Zat Besi Daging Ayam Sukabumi = 6,1 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin A Daging Ayam Sukabumi = 65 IU
  • Jumlah Kandungan Vitamin B1 Daging Ayam Sukabumi = 0,66 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin C Daging Ayam Sukabumi = 0 mg
  • Nama Bahan Makanan : Daging Ayam Pasundan
  • Banyaknya Daging Ayam Pasundan yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
  • Bagian Daging Ayam Pasundan yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
  • Jumlah Kandungan Energi Daging Ayam Pasundan = 246 kkal
  • Jumlah Kandungan Protein Daging Ayam Pasundan = 37,9 gr
  • Jumlah Kandungan Lemak Daging Ayam Pasundan = 9 gr
  • Jumlah Kandungan Karbohidrat Daging Ayam Pasundan = 0,7 gr
  • Jumlah Kandungan Kalsium Daging Ayam Pasundan = 90 mg
  • Jumlah Kandungan Fosfor Daging Ayam Pasundan = 260 mg
  • Jumlah Kandungan Zat Besi Daging Ayam Pasundan = 7,5 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin A Daging Ayam Pasundan = 20 IU
  • Jumlah Kandungan Vitamin B1 Daging Ayam Pasundan = 0,16 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin C Daging Ayam Pasundan = 0 mg


Keterangan :

Riset/penelitian pada Daging Ayam yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi.  Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Daging Ayam ini.  Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Daging Ayam ini bisa bermanfaat untuk kita semua.  Terima Kasih.


sumber : http://keju.blogspot.com

CARA MERAWAT AYAM BANGKOK YANG BAGUS


Ada beberapa fase atau tahapan dalam memelihara ayam bangkok petarung ini, dan berikut ini ada beberapa teknik cara budidaya ayam bangkok aduan yang saya ambil dari berbagai sumber

1. Metode Pemeliharaan Anak Ayam Bangkok

Pada pase setelah menetas hingga umur ±4 bulan merupakan pase perkembangan fisik yang sangat penting dalam menujang kemampuan seekor ayam Bangkok untuk memiliki kemampuan maksimal pada saat turun ke gelanggang. Banyak ayam Bangkok yang merupakan keturunan unggul karena kesalahan perawatan pada pase ini maka ayam tersebut tidak bisa memaksimalkan kemampuannya saat turun ke gelanggang, hal terpenting yang harus di perhatikan pada pase ini adalah pemberiaan pakan yang dan gerak yang maksimal.

“Anakan ayam sampai dengan umur 4 bulan harus menerima konsumsi pangan yang seimbang baik untuk protein, karbohidrat, mineral, vitamin, dan air. Dalam kebiasaan sehari-hari kami di dalam memelihara ayam bangkok, anakan umur 1-4 bulan akan diberikan pangan yang berupa pakan buatan pabrik yang dicampur dengan susu tepung untuk anak bayi. Komposisi campuran yang kami gunakan adalah 1:5 (Contoh: 1 kg susu dicampur dengan 5kg pakan)”.

Pemberiaan susu tepung sama pentingnya dengan pemberian ASI pada seorang anak manusia, karena zat-zat penting untuk proses pertumbuhan terkandung di dalamnya. Selain kemampuan dalam bertarung, zat-zat tersebut penting dalam membentuk postur tubuh, tulangan, otot, bulu dan bagian tubuh lainnya.

Secara metode, pemelihaaran pasca menetas hingga ± 4 minggu tidak jauh berbeda dengan pemelihaaraan unggas (ayam) jenis lainnya, yaitu :



1. Pemeliharaan Bersama Induk Ayam

Pemeliharaan anak ayam pasca menetas bersama induk biasanya dilakukan untuk mengurangi penggunaan lahan, karena anak ayam disatukan dengan induk tanpa harus menggunakan kandang tambahan. Hal yang harus diperhatikan disini adalah bentuk kandang untuk anak ayam bersama induknya. Tidak seperti kandang untuk ayam dewasa, untuk alas kandang diusahakan lebih rapat dan tidak mendapat aliran udara langsung.

Anak ayam yang baru menetas masih dalam kondisi kritis hingga harus terlindungi dari temperature udara luar, cuaca yang tidak stabil dan penyakit, disinilah induk berperan secara naluri untuk melindungi dan menjaga anaknya dari cuaca dan udara yang tidak bersahabat. Anak ayam akan masuk kebagian sayap dan bagian tubuh lainya dari induk untuk menghangatkan diri.

Pada tahap awal ini biasanya ada yang menyatakan bahwa anak ayam usia 1-2 hari hanya membutuhkan air bersih tidak memerlukan makanan karena ada cadangan makanan (kuning telur) yang masih tersisa ditubuhnya akan tetapi kebutuhan makanan tersebut tidak mencukupi. Agar lebih baik makan dan minum disediakan, untuk memaksimalkan penggunaan pakan, pemberian pakan dilakukan sebanyak 5 kali dengan kuantitas tidak terlalu banyak.

2. Dengan Menggunakan Induk Buatan

Metode ini dilakukan untuk meningkatkan produktifitas, sehingga induk ayam dapat cepat bertelur kembali. Metode ini juga dilakukan untuk anak ayam yang menetas dengan menggunakan mesin tetas. Secara simpel pada dasarnya induk buatan dibuat menyerupai fungsi seekor induk pasca menetas. Seperti yang telah dijelaskan seekor induk akan melindungi anak ayam yang baru menetas dari temperature udara luar, cuaca yang tidak stabil dan penyakit, untuk menggantikan peran induk maka kita harus membuat sebuah kandang yang terlindung dari serangan predator/hama, udara dan cuaca yang buruk.

CARA MERAWAT AYAM BANGKOK YANG BAGUS
Pakan yang diberikan harus mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh ayam. Zat-zat yang dibutuhkan tersebut sebagi berikut :
  • Protein. Berfungsi sebagai zat pembangun tubuh. Protein berguna untuk meningkatkan jumlah otot serta daging, sehingga sangat dibutuhkan oleh anak ayam yang sedang tumbuh sampai berumur 6 bulan dan yang sedang dipersiapkan untuk diadu. Untuk menambahkan protein, para pemilik ayam sabung sering menambahkan cincangan daging kambing dalam pakan untuk ayamnya.
  • Lemak. Zat ini juga dibutuhkan ayam yang sedang tumbuh. Bagi ayam yang akan disabung, lemak tidak terlalu perlu. Ayam sabung justru harus langsing, singset, dan padat tubuhnya. Jika terlalu banyak lemak, ayam akan keberatan badan sehingga mudah lelah atau tidak mapu untuk memukul.
  • Karbohidrat. Zat ini sangat dibutuhkan oleh ayam sabung untuk menjaga stamina. Stamina ayam memang harus diperhatikan karena harus bertarung 5-6 ronde, setiap ronde lamanya 15 menit.
  • Vitamin dan mineral. Dua zat ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kelincahan ayam sewaktu bertarung, meskipun jumlah yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, hanya 1-2% dari total ransum. Vitamin dan mineral juga berguna sebagai katalisator dalam
proses metabolisme. Pemberian vitamin B kompleks sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas ayam sabung. Kedua unsur tersebut sangat dibutuhkan untuk metabolisme dan pertumbuhan fisik ayam, seperti pertumbuhan tulang, mencegah kelumpuhan, dan menghindarkan kecacatan pada kaki.
  • Air. Selain pakan, ayam juga membutuhkan air. Air ini antara lain digunakan untuk proses metabolisme. Air juga diperlukan sebagai pelarut. Hampir 60% tubuh ayam terdiri atas air yang juga berguna dalam proses pencernaan, mengatur suhu badan, dan menyeimbangkan atau mengatur berbagai zat di dalam tubuh ayam.
  • Hijauan. Hijauan merupakan pakan tambahan bagi ayam bangkok. Biasanya hijauan diberikan sejak anak ayam berumur dua bulan. Pakan hijauan berupa kecambah kacang hijau (taoge), kangkung, daun pisang, dan hijauan lainnya yang mengandung air dan tidak memberikan efek racun bagi ayam.
  • Grit. Grit adalah bahan yang digunakan untuk membantu pencernaan ayam di tembolok, yaitu berupa kulit kerang atau cangkang bekicot. Grit bisa diberikan kepada ayam muda di dalam kandang umbaran. Grit tidak boleh diberikan kepada anak ayam di bawah umur tiga bulan karena akan mengganggu atau melukai pencernaannya.


sumber : milanistaindonesia.blogspot.com

MENGATASI FLU BURUNG DENGAN RAMUAN TRADISIONAL



Seorang peternak ayam di Nakhon Phanom, sebelah utara propinsi Muang - Thailand, mencoba untuk menerapkan resep tradisional untuk mengobati ayam-ayam yang sakit. Peternak wanita itu, Tuanjai Inkesa, mengkombinasikan 2 jenis tumbuhan lokal - fa talai jone (Sambiloto) dan krua khao hor - untuk mengobati ayam-ayam yang menderita penyakit saluran pernafasan akibat perubahan cuaca.
Ia mencampurkan pakan ternak dengan cairan kehijauan yang didapat dari rebusan kedua tumbuhan tersebut dan diberikan kepada ayam-ayam yang sakit. Menurutnya dalam 3 hari ayam-ayam yang sakit menunjukkan perbaikan kesehatan bahkan pulih dari sakit. Tidak seperti obat-obatan moderen yang tidak hanya memakan waktu proses penyembuhan yang lebih lama yaitu 5 hari, tetapi ramuan tradisional juga tidak memiliki efek samping kimia seperti obat moderen .
Ia mendapat ide untuk menggunakan tanaman tradisional mengingat dimasa lalu, kombinasi tumbuhan ini digunakan untuk menyembuhkan ayam-ayam aduan yang terluka setelah diadu. Kini ide Tuanjai, dimanfaatkan pula oleh beberapa peternak ayak di wilayahnya.
Berikut kombinasi ramuan yang digunakan Tuanjai tersebut :

MENGATASI FLU BURUNG DENGAN RAMUAN TRADISIONAL
  • Sambiloto ( Andrografphis paniculata ( Burm.f ) Nees )
    Termasuk kedalam famili Acanthaceae, lebih dikenal dengan nama daerah seperti : papaitan ki peurat atau bidara.
    Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia seperti :
  1. Laktone didapat dari daun dan cabang berupa deoxy-andrographolide, andrographolide ( zat pahit ), Neoandro-grapholide, 14-deoxy-11, 12 didehydroandrographolide dan homoandrographolide.
    Flavoid didapat dari akar berupa polymethoxyflavone, andrographin, panicolin, mono-o-methylwithin dan apigenin-7,4-dimethylether, alkane, ketone dan aldehyde, Kalium, Kalsium, Natrium dan asam kersik.
    Andrografolida sekurangnya 1 %, Kalmegin ( zat amorf ) dan hablur kuning, pahit sampai sangat pahit.

    Tumbuhan ini bersifat : menurunkan panas / panas dalam, anti racun, antipiretik, anti radang, anti bengkak Sifat ini merusak sel trophacyt dan trophoblast, berperan dalam kondensasi cytoplasma dari tumor, pyknosis dan menghancurkan inti sel. Herba ini efektif untuk infeksi dan merangsang phgocytosis.
Efek farmakologis ini didapat dari seluruh bagian tanaman. Bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti:
  • Typhus abdominalis. 
  • Disentri basfer / diare. 
  • Flu, sakit kepala, panas. 
  • Influenza, radang paru. 
  • Radang saliuran nafas. 
  • TBC paru. 
  • Batuk rejan. 
  • Darah tinggi. 
  • Infeksi mulut, tonsillitis. 
  • Pharyngitis. 
  • Infeksi telinga tengah ( OMA ). 
  • Kencing manis. 
  • Kencing nanah ( gonorrhoae ). 
  • Racun karena gigitan ular berbisa. 
  • Kudis. 
  • Luka bakar. 
  • Membangkitkan nafsu makan. 
  • Obat demam. 
  • Kanker, penyakit trophoblastik dan hamil anggur. 


sumber : http://www.indosiar.com

Projek Rumah di Tampoi Johor Bahru


Nama Pemilik : Puan Suzy
Lokasi : Jalan Datuk Musa Kg Pasir. Tampoi JB
Mula Projek : April 2013
Di jangka Siap : Ogos 2013
Pembiaya : Pinjaman Kakitangan Kerajaan (BPPK)
Keadah RP
Keluasan Binaan : 2500 kaki persegi. 7 bilik, 5 bilik air, ruang tamu dan dapur

Kerja-kerja Formwork Ground Beam

Kerja-kerja Ground beam

Kerja-kerja Ground Beam
Formwork ground beam 
Rebar ground beam
Ground beam sedia untuk di konkrit
Ground Slab sedang di konkrit
Kerja-kerja konkrit
 Kerja-kerja konkrik frame tingkap
 Pemasangan dinding RP
Frame tingkap dan konkrit lintol
Pemasangan RP panel dinding bilik
 Kerja-kerja bumbung besi
 Bumbung gunakan  light wight steel dan aluminium foil
 Genting sedia untuk di pasang
 kerja-kerja melepa dinding dalaman 
Pemandangan dari sudut belakang
 Kerja-kerja memunggah atap genting
Kerja-kerja memasang atap genting
 Menyiapkan kerja-kerja luaran
Kerja-kerja melepa dinding luar dan dalam telah siap
 Kerja-kerja memasang tile dalaman
Kerja mengecat dinding luar dan dalam
 Rumah siap sepenuhnya
 Tingkap-tingkap telah dipasang
Table top Dapur Basah



Cara merawat anak kambing (cempe)

Perawatan Cempe Setelah 150 hari di dalam perut ibunya, kambing atau cempe anak kambing akan lahir. Hal ini membutuhkan perhatian serius untuk bertahan hidup cempe. Ada beberapa hal yang dihasilkan ketika HPL kambing sudah dekat, seperti handuk / seprai, renyah, betadine, kelapa muda, telur, madu dan ringan (hanya dapat digunakan jika diharapkan lahir malam). HPL (perkiraan tanggal lahir) kambing biasanya ditentukan 150 hari setelah kambing tertutup. Kesalahan adalah tidak lebih dari 2-3 hari di kontrol. Bisa bisa maju 2-3 hari atau 2-3 hari retret.



Setelah anak lahir, cempe segera dihapus dan dikeluarkan dari perusahaan induk. Hal ini diinjak-injak oleh perusahaan induk cempe untuk menghindari, karena orang tua yang melahirkan kadang suka berjalan (walaupun tidak semua anak dengan posisi berdiri orang tua kandung). Kondisi neonatal Cempe sangat rentan dan lemah, yang memungkinkan orang tua atau orang tua dengan kambing lain menginjak-injak (jika perusahaan induk menggabungkan penempatan dengan yang lain kambing / campuran).Cempe yang baru lahir segera dibersihkan dengan kain kering atau kain, terutama di wajah / hidung. Ini adalah prioritas utama, karena mengganggu anak tersebut terganggu saja keluar dari hidung biasanya / bawah lendir ketika menghapus negatif segera lendir, atau dapat mempersulit cempe untuk bernapas.Perhatikan orang tua jika orang tua masih gelisah dan terlihat tidak nyaman, maka di dalam perut ibu biasanya masih seorang anak yang belum datang. Lancar, biasanya lahir dari jarak antara anak pertama, anak berikutnya adalah tidak lebih dari 10 menit, maka perlu untuk pengobatan sesegera mungkin untuk mengurus cempe pertama berlangsung sebelumnya. Dalam pengalaman saya, setidaknya 1 seluruh kelahiran domba dan maksimal 4 ekor dalam pengiriman tunggal. Jeneis kambing belum tentu seks, pria kadang-kadang segalanya, semua perempuan bisa, atau mereka antara pria dan wanita. Jika anak lebih dari 2 penis, apakah itu memerlukan perawatan khusus untuk mengobati cempe.

 Karena kambing induk biasanya memiliki 2 puting bahwa anaknya lebih dari 2 kali distribusi yang dibutuhkan petani adalah untuk membagi masing-masing cempe cempe bahkan bisa minum susu ibunya. Bisa jeda waktu 1 jam atau lebih menyusu, tergantung pada usia cempe tersebut. Semakin besar cempe, semakin sering menghisap cempe. Dan biasanya, orang tua, ayah dari dua ekor atau lebih, jumlah produksi susu yang jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan orang tua yang baru melahirkan 1 ekor cempe saja.Cempe sudah mampu kering, dapat dicuci dengan air kelapa. Kebiasaan petani tradisional di Yogyakarta, dengan disiramnya cempe dengan santan, biasanya orang tua lebih bersemangat untuk menjilati cempe yang baru lahir. Semakin banyak cempe menjilat, maka kemungkinan untuk mendapatkan cempe, berdiri dan berjalan bahkan lebih cepat. Waktu normal yang dibutuhkan untuk cempe biasanya tidak lebih dari 2 jam. Jika waktu memungkinkan, perusahaan induk dan cempe dibawa keluar dari kandang dan biarkan beberapa waktu di bawah sinar matahari. Selain cempe hangat, ada kepercayaan tradisional bahwa sinar matahari (terutama jika pagi hari) dapat membunuh kuman / bakteri terpasang tubuh cempe setelah lahir. Selama sanjungan awal, petani juga perlu waspada untuk menjaga tali pusat sel punca yang bisa datang setiap saat. Plasenta harus segera dibawa keluar dari layanan segera dan dibuang atau ditanam di tanah, agar tidak dikonsumsi oleh perusahaan induk. Karena jika diambil oleh orang tua, orang tua dapat menyebabkan kematian dengan meracuni plasenta.Dalam arti, orang tua jangan menariknya kembali, segera memiliki alat cempe yang harus diberikan ke orangtua. Cempe biasanya di awal menyusui adalah orang tua untuk menemukan kesulitan dalam mencari puting. Mengingat susu adalah makanan utama bagi cempe diharapkan dapat membantu petani untuk menemukan puting cempe tua. Hal ini biasanya memakan waktu 3 hari atau benar-benar bisa berdiri sendiri cempe've dengan tegak. Setelah minum susu, amati sejenak. Ada cara-cara tradisional yang penting dan mujarap. Cempe biasanya akan segera kencing maksimal 1 jam setelah minum susu. Jika cempe sudah merupakan indikasi bahwa kencing cempe sehat dan pulih 100%. Jika cempe masih kencing, terus mencoba cempe ASI yang diberikan, dapat dengan cara alami atau Bantu dengan alat seperti dot bayi. Gangguan Pencernaan cempe begitu penuh dan mulai normal, cempe biasanya sehat kencing segera.Ada beberapa peternak di jogja langsung terpisah anakan kambing dengan ibunya untuk sementara waktu, biasanya tidak lebih dari 1 minggu. Puppies kambing ditempatkan diruangan khusus (semacam inkubator pada bayi manusia) ujudnya kotak, sampah diberikan dan menerima lampu 65 watt sehingga anak-anak yang baru lahir hangat. Feeding diperbolehkan melalui titik. Puting ibu diperah melewati titik di mana kapasitas dan minuman untuk cempe cempe benar-benar kuat berdiri sendiri dengan bayi yang baru lahir tegap. Biaya penempatan tidak terlalu jauh dari orang tua, karena jika terlalu banyak biasanya untuk menjaga orang tua untuk mencari anak. Penempatan buku adalah agar orang tua bisa menjilat cempe, sehingga hubungan mereka tidak terputus, ditempatkan di antara ibu dan anak. Karena jika orang tua tidak mampu mengenali bau anak, justru bisa membuat peternak kesulitan.Setelah cempe benar-benar kuat, cempe dicampur dengan induk perusahaan, non-stop 24 jam selama 1 minggu atau sampai susu kolostrum induk benar-benar habis. Jika kolostrum susu sampai dengan orang tua mulai menyapih cempe dari ibu. Cempe dapat menyusu tua dengan sedikit waktu. Misalkan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore. Mengapa demikian? Pemisahan orang tua dapat menghasilkan susu yang maksimal merangsang sel-sel induk cempe. Cempe yaitu dicampur dengan orang tua, maksimal 2 kali di pagi hari dan di sore hari. Hal ini sementara itu, jadi jika dimasukkan cempe perusahaan induk, posisi ambing sudah benar-benar penuh dan cempe minum susu ibu mereka sampai cempe sepenuhnya terpenuhi, pada siang hari, cempe minuman tambahan seperti susu sapi, yang harganya jauh lebih mahal Nurah diberikan. Kecil Cempe umuran di bawah 2 bulan, biasanya akan sebanyak 1 liter susu per hari untuk menghabiskan. Hal ini dilakukan selama 3-4 omong kosong. Semakin besar jumlah umuran cempe kebanyakan susu sapi juga akan meningkat, meskipun itu bisa 2-3 liter per hari.  

Mengapa berbagi, karena pemisahan, perusahaan induk juga fleksibel / istirahat jika ibu makan atau istirahat. Jadi cempe dicampur dengan orang tua, maka cempe mendapatkan banyak porsi susu pada satu waktu, jadi cempe lebih puas. Selama proses pemisahan anak dengan orangtua, perusahaan induk coba diberikan cukup untuk makan. Karena jika pemisaahan anak dengan orang tua, perusahaan induk dari saat di mana karyawan baru mengumpulkan proses yang lebih untuk membuat / kembali susu baru. Nipple proses mengisi tas biasanya memakan waktu 6 jam. Semakin banyak makanan bergizi dan orang tua, maka semakin cepat proses pengisian susu induk ke puting.Keinduk jumlah makanan harus diberikan cukup. Bila di sekitar kita ada banyak limbah, limbah dapat digunakan sebagai suplemen makanan. Limbah terbaik adalah limbah dari pabrik tahu yang tahu itu. Tofu sangat membantu dalam memenuhi protein induk dalam tubuh. Rasanya manis, biasanya kambing akan sangat senang jika. Tahu di beri Masukkan tofu juga dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti bekatul, gandum atau ragi. Campuran tahu, dedak gandum dan limbah terbukti sangat efisien dan cepat bagi orang tua untuk mengumpulkan susu. 
Demikian sedikit wacana pengalaman saya membesarkan kambing etawa. Semoga bermanfaat bagi petani kambing etawa.

Silahkan  baca artikel rekomendasi dari saya DISINI

Jenis-jenis kambing (Cara beternak kambing)

Jenis-jenis Kambing di Indonesia
(Kambing Kacang, Etawa, Jawarandu, Saanen, Boer, dsb)
Dengan semakin banyaknya (kuantitas) dan semakin mampunya (kualitas) peternak melakukan penyilangan sendiri, maka saat ini sebenarnya semakin sulit menentukan jenis kambing. Namun demikian disini akan diuraikan secara singkat jenis-jenis kambing yang ada di Indonesia (beredar di pasaran).

1. Kambing Kacang
Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat serta memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.
    Ciri-ciri kambing kacang :
  • Tubuh kambing relatif kecil dengan kepala ringan dan kecil.
  • Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek.
  • Pada umumnya memiliki warna bulu tunggal putih, hitam, coklat, atau kombinasi ketiganya.
  • Kambing jantan maupun betina memiliki dua tanduk pendek.
  • Berat tubuh jantan dewasa dapat mencapai 30 kg, serta betina dewasa mencapai 25 kg.
  • Tinggi yang jantan 60 - 65 cm, sedangkan yang betina 56 cm.
  • Memiliki bulu pendek pada seluruh tubuh, kecuali pada ekor dan dagu, pada kambing jantan juga tumbuh bulu panjang sepanjang garis leher, pundak dan punggung sampai ekor dan pantat.
2. Kambing Etawa (Kambing Jamnapari)
Kambing Ettawa atau dikenal juga dengan nama Kambing Jamnapari, merupakan jenis kambing unggul yang memiliki dua tipe fungsi yaitu sebagai kambing penghasil susu maupun kambing untuk penghasil daging.

Kambing Etawa didatangkan ke Indonesia dari India.
    Ciri-ciri kambing Etawa :
  • Badannya besar, tinggi gumba kambing jantan 90 cm hingga 127 cm dan yang betina mencapai 92 cm.
  • Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kg, sedangkan betina hanya mencapai 63 kg.
  • Telinganya panjang dan terkulai ke bawah.
  • Dahi dan hidungnya cembung.
  • Kambing jantan maupun betina bertanduk pendek.
  • Kambing Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.
3. Kambing Jawarandu (Bligon, Gumbolo, Koplo, Kacukan)
Kambing Jawarandu (Jawa Randu) memiliki nama lain Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan. Merupakan hasil silangan dari kambing peranakan etawa dengan kambing kacang, namun sifat fisik kambing kacangnya yang lebih dominan. Untuk menghemat biasanya peternak susu kambing memilih kambing ini untuk diternakkan guna diambil susunya. Kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.
    Ciri-ciri kambing Jawarandu :
  • Memiliki tubuh lebih kecil dari kambing ettawa, dengan bobot kambing jantan dewasa dapat lebih dari 40 kg, sedangkan betina dapat mencapai bobot 40 kg.
  • Baik jantan maupun betina bertanduk.
  • Memiliki telinga lebar terbuka, panjang dan terkulai.
  • Baik jantan maupun betina merupakan tipe pedaging dan penghasil susu.
4. Kambing PE (Peranakan Etawa)
Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing lokal/Kacang, dengan tujuan lebih mampu beradaptasi dengan kondisi Indonesia. Kambing ini dikenal sebagai kambing PE (Peranakan Etawa), dan saat ini juga dianggap sebagai kambing Lokal.

Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia. Tanda-tanda tubuhnya berada diantara kambing Kacang dan kambing Etawa. Jadi ada yang lebih ke arah kambing Etawa, ada sebagian yang lebih ke arah kambing Kacang.

Kambing ini awalnya tersebar di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, dan saat ini hampir di seluruh Indonesia. Pejantan mempunyai sex-libido yang tinggi, sifat inilah yang membedakan dengan kambing Etawa.
    Ciri-ciri kambing Etawa :
  • Warna bulu belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang putih.
  • Badannya besar sebagaimana Etawa, bobot yang jantan bisa mencapai 91 kg, sedangkan betina mencapai 63 kg.
  • Telinganya panjang dan terkulai ke bawah, bergelambir yang cukup besar
  • Dahi dan hidungnya cembung.
  • Kambing jantan maupun betina bertanduk kecil/pendek.
  • Daerah belakang paha, ekor dan dagu berbulu panjang
  • Kambing Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari.
5. Kambing Boer
Kambing Boer aslinya berasal dari Afrika Selatan dan telah menjadi ternak yang ter-registrasi selama lebih dari 65 tahun. Kata "Boer" artinya petani. Kambing Boer merupakan kambing pedaging yang sesungguhnya karena pertumbuhannya sangat cepat.

Kambing ini pada umur lima hingga enam bulan sudah dapat mencapai berat 35 – 45 kg, dengan rataan pertambahan berat tubuh antara 0,02 – 0,04 kg per hari. Keragaman ini tergantung pada banyaknya susu dari induk dan ransum pakan sehari-harinya. Kambing Boer jantan akan tumbuh dengan berat badan 120 – 150 kg pada saat dewasa (umur 2-3 tahun), sedangkan Betina dewasa (umur 2-3 tahun) akan mempunyai berat 80 – 90 kg. Boer betina maupun jantan keduanya bertanduk.
Dibandingkan dengan kambing perah lokal, persentase daging pada karkas kambing Boer jauh lebih tinggi dan mencapai 40% – 50% dari berat tubuhnya

Kambing Boer dapat dikenali dengan mudah dari tubuhnya yang lebar, panjang, dalam, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua. Beberapa kambing Boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kulitnya berwarna coklat yang melindungi dirinya dari kanker kulit akibat sengatan sinar matahari langsung. Kambing ini sangat suka berjemur di siang hari.

Kambing Boer dapat hidup pada suhu lingkungan yang ekstrim, mulai dari suhu sangat dingin (-25 derajat celcius) hingga sangat panas (43 derajat celcius) dan mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Tahan terhadap penyakit. Mereka dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput. Secara alamiah mereka adalah hewan yang suka meramban sehingga lebih menyukai daun-daunan, tanaman semak daripada rumput.

Kambing Boer Jantan
Boer jantan bertubuh kokoh dan kuat sekali. Pundaknya luas dan ke belakang dipenuhi dengan pantat yang berotot. Boer jantan dapat kawin di bulan apa saja sepanjang tahun. Mereka berbau tajam karena hal ini untuk memikat betina. Seekor pejantan dapat aktif kawin pada umur 7-8 bulan, tetapi disarankan agar satu pejantan tidak melayani lebih dari 8 – 10 betina sampai pejantan itu berumur sekitar satu tahun. Boer jantan dewasa (2 – 3 tahun) dapat melayani 30 – 40 betina. Disarankan agar semua pejantan dipisahkan dari betina pada umur 3 bulan agar tidak terjadi perkawinan yang tidak direncanakan. Seekor pejantan dapat mengawini hingga selama 7 – 8 tahun.

Kambing Boer Betina
Boer betina tumbuh seperti jantan, tetapi tampak sangat feminin dengan kepala dan leher ramping. Ia sangat jinak dan pada dasarnya tidak banyak berulah. Ia dapat dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan, tergantung besar tubuhnya. Kebuntingan untuk kambing adalah 5 bulan. Ia mampu melahirkan anak-anak tiga kali dalam dua tahun. Betina umur satu tahunan dapat menghasilkan 1 – 2 anak. Setelah beranak pertama, ia biasanya akan beranak kembar dua, tiga, bahkan empat.
Boer induk menghasilkan susu dengan kandungan lemak sangat tinggi yang cukup untuk disusu anak-anaknya. Ketika anaknya berumur 2½ – 3½ bulan induk mulai kering. Boer betina mempunyai dua hingga empat puting, tetapi kadangkala tidak semuanya menghasilkan susu. Sebagai ternak yang kawinnya tidak musiman, ia dapat dikawinkan lagi tiga bulan setelah melahirkan. Birahinya dapat dideteksi dari ekor yang bergerak-gerak cepat disebut “flagging”. Boer betina mampu menjadi induk hingga selama 5 – 8 tahun.
6. Kambing Saanen
Kambing Saanen ini aslinya berasal dari lembah Saanen, Swiss (Switzerland) bagian barat. Merupakan salah satu jenis kambing terbesar di Swiss dan penghasil susu kambing yang terkenal. Sulit berkembang di wilayah tropis karena kepekaannya terhadap matahari. Oleh karena itu di Indonesia jenis kambing ini disilangkan lagi dengan jenis kambing lain yang lebih resisten terhadap cuaca tropis dan tetap diberi nama kambing Saanen, antara lain dengan kambing peranakan etawa.
    Ciri-ciri kambing Saanen :
  • Bulunya pendek berwarna putih atau krim dengan titik hitam di hidung, telinga dan di kelenjar susu.
  • Hidungnya lurus dan muka berupa segitiga.
  • Telinganya sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan.
  • Ekornya tipis dan pendek.
  • Jantan dan betinanya bertanduk.
  • Berat dewasa 68-91 kg (Jantan) dan 36kg - 63kg (Betina), tinggi ideal kambing ini 81 cm dengan berat 61 kg, di saat tingginya 94 cm beratnya 81 kg.
  • Produksi susu 740 kg/ms laktasi.
7. Kambing Gembrong
Kambing Gembrong terdapat di daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama di Kabupaten Karangasem.

Pertama kali melihat hewan ini seperti melihat anjing berbulu panjang dan lebat, padahal kambing. Melihat badannya memang mirip kambing, tetapi bila melihat bulunya yang lebat mirip anjing. Dari badan hingga kepala, hewan ini juga hampir tertutup seluruhnya oleh bulu. Itulah kambing Gembrong, kambing asal Bali yang hampir punah.

Ciri khas kambing Gembrong jantan berbulu panjang lebat dan mengkilap, yang tumbuh mulai dari kepala hingga ekor. Bila dibiarkan, panjang bulu bisa mencapai 25—30 cm. Setiap 12—16 bulan sekali, bulunya mesti dicukur. Jika tidak, bulu bagian kepala dapat menutupi mata dan telinga, sehingga akan mempersulit kambing saat makan.

Sedangkan bentuk dan ukuran tubuh kambing betina mirip kambing kacang. Tapi pada bagian bawah perut melebar. Kambing gembrong betina juga bertanduk, namun lebih pendek dan oval. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.

Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih sebagian berwarna coklat muda dan coklat. Pola warna tubuh kebanyakan satu warna, sebagian lagi dua - sampai tiga warna. Tinggi kambing (gumba) 58 - 65 cm, bobot badan kambing dewasa 32-45 kg. Kambing jantan berjumbai pada dahi. Jumbai terkadang menutup mata dan muka kambing.

Kambing gembrong ini dulunya merupakan persilangan antara kambing Kashmir dengan kambing Turki. Kedua jenis kambing itu masuk ke Bali dari luar negeri sebagai hadiah untuk seorang bangsawan Bali, yang kemudian berkembang sampai sekarang di daerah Bali.

Beberapa peternak mencoba menyilangkan kambing Gembrong dengan kambing Peranakan Ettawah (PE). Dari persilangan itu dihasilkan kambing gettah alias gembrong ettawah.
8. Kambing BoerawaKambing Boerawa merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Boer jantan dengan kambing Peranakan Etawah (PE) betina.

Ternak hasil persilangan kedua jenis kambing tadi disebut dengan Boerawa yakni singkatan dari kata Boerawa dan Peranakan Etawah. Kambing hasil persilangan ini mulai berkembang dan banyak jumlahnya di Propinsi Lampung, walaupun upaya persilangan antara kambing Boer dengan kambing lokal telah dilakukan di beberapa propinsi lainnya seperti Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.
9. Kambing MuaraKambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara di Propinsi Sumatera Utara.

Dari segi penampilannya kambing ini nampak gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara ini lebih besar dari pada kambing Kacang dan kelihatan prolifik. Kambing Muara ini sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik). Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar tanpa pakai susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini diduga disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing 4 ekor.
10. Kambing Kosta Lokasi penyebaran kambing Kosta ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten. Kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang-kadang ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Kambing ini dulunya terbentuk dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing impor).

Warna dari kambing Kosta ini adalah coklat tua, coklat muda, coklat merah, abu-abu sampai hitam. Pola warna tubuh umumnya terdiri dari 2 warna, dan bagian yang belang umumnya didominasi oleh warna putih.

Kambing Kosta terdapat di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan disekitarnya serta ditemukan pula dalam populasi kecil di wilayah Tangerang dan DKI Jakarta. Selama ini masyarakat hanya mengenal Kambing Kacang sebagai kambing asli Indonesia, namun karena bentuk dan performa Kambing Kosta menyerupai Kambing Kacang, sering sulit dibedakan antara Kambing Kosta dengan Kambing Kacang, padahal bila diamati secara seksama terdapat perbedaan yang cukup signifikan.

Salah satu ciri khas Kambing Kosta adalah terdapatnya motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka, selain itu terdapat pula ciri khas yang dimiliki oleh Kambing Kosta yaitu bulu rewos di bagian kaki belakang mirip bulu rewos pada Kambing Peranakan Ettawa (PE), namun tidak sepanjang bulu rewos pada Kambing PE dengan tekstur bulu yang agak tebal dan halus. Tubuh Kambing Kosta berbentuk besar ke bagian belakang sehingga cocok dan potensial untuk dijadikan tipe pedaging. Saat ini populasi Kambing Kosta terus menyusut.
11. Kambing Marica Kambing Marica adalah suatu variasi lokal dari Kambing Kacang yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan, dan merupakan salah satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk kategori langka dan hampir punah (endargement).

Daerah populasi kambing Marica dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan. Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah. Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu. Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan lincah dan agresif.
12. Kambing Samosir (Kambing Putih, Kambing Batak) Berdasarkan sejarahnya kambing Samosir ini dipelihara penduduk setempat secara turun temurun di Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Kambing Samosir pada mulanya digunakan untuk bahan upacara persembahan pada acara keagamaan salah satu aliran kepercayaan aninisme (Parmalim) oleh penduduk setempat. Kambing yang dipersembahkan harus yang berwama putih, maka secara alami penduduk setempat sudah selektif untuk memelihara kambing mereka mengutamakan yang berwarna putih. Kambing Samosir ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistem lahan kering dan berbatu-batu, walaupun pada musim kemarau biasanya rumput sangat sulit dan kering. Kondisi pulau Samosir yang topografinya berbukit, ternyata kambing ini dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik.

Tubuh kambing dewasa yaitu rataan bobot badan betina 26 - 32 kg; panjang badan 57 - 63 cm; tinggi pundak 50 - 56 cm; tinggi pinggul 53 - 59 cm; dalam dada 28 - 33 cm dan lebar dada 17 - 20 cm.

Berdasarkan ukuran morfologik tubuh, bahwa kambing spesifik lokal Samosir ini hampir sama dengan kambing Kacang yang ada di Sumatera Utara, yang membedakannya terhadap kambing Kacang yaitu penotipe warna tubuh yang dominan putih dengan hasil observasi 39,18% warna tubuh putih dan 60,82% warna tubuh belang putih hitam. Pemberian nama kambing Samosir pada saat ini masih secara lokal dan dikenal dengan nama Kambing Putih atau Kambing Batak.

source dompi.co.id

Silahkan  baca artikel rekomendasi dari saya DISINI

Archive