BETERNAK AYAM BANGKOK


Beternak Ayam Bangkok : Ayam bangkok yang berkualitas dan sangat baik 50% berasal iduknya, asal-usul induk darimana ayam bangkok berasal seberapa bagus induknya. ayam  bangkok yang juara berasal dari induknya yang juara pula. jika bukan dari keturunan juara maka dicoba dulu., tapi jangan dicoba ya beternak saja, itu dosa lho hukumnya.

BETERNAK AYAM BANGKOK


Ciri-ciri induk betina yg bagus/ berkualitas :

  • Kepala seperti kepala ular, jika dilihat dari depan
  • Mata menjorok ke dlm & bersih
  • Badan kalau dipegang seperti botol atau seperti batang pinang
  • Kaki kering dengan jari kaki halus & panjang
  • Tulang sapit udang lebar (tulang dibawah pangkal ekor) 3-4 jari
  • Tidak pernah sakit dari anakan
  • Jika ada tajinya lebih bagus
  • Bulu mengkilat
  • Kepala seperti buah pinang
  • Tulang kepala tebal dengan alis menjorok keluar
  • Tulang leher rapat
  • Kepak sayap rapat ke badan
  • Paruh melengkung sepeti paruh elang & agak panjang
  • Kaki & sisiknya kering
  • Jari kaki halus & panjang
  • Tulang ekor (tulang sapit udang) rapat & keras
  • Mempunyai kokok yg besar
  • Bulu mengkilat
  • Memiliki badan yg bulat seperti batang pinang
  • Memiliki tulang yg kokoh & tegak seperti burung elang
Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.
Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Baca juga tentang Cara mebesarkan ayam secara cepat, Cara Mengatasi Flu Burung, Ternak Ayam Kampung, Cara Budidaya ayam arabJenis ikan hias air tawarJenis Ikan HiasCara mengetahui sifat pasangan

sumber : buka-mata.blogspot.com dan budidayanews.blogspot.com

Archive