Tampilkan postingan dengan label Akhlakul Karimah. Tampilkan semua postingan

Akhlak Mulia Kepada Sesama Muslim/Teman

nPersaudaraan atau persahabatan sesama muslim yang hakiki hanya terjadi jika dibangun di atas ridho Allah, yaitu sesama muslim mereka bersaudara, dalam kitab suci Al Qur’an dijelaskan pada surat Al Hujurat  Ayat :10. yang artinya :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat nikmat.”
Maka bagi sesama muslim setidaknya ada 11 point yang mesti dilakukan terhadap saudaranya (sesama muslim):



1. Memberi salam apabila saling jumpa (QS Annisa:86)
Banyak dari kita masih menyapa dengan “Hai”, “Halo”, “Pagi”, padahal ini tidak ada nilai ibadahnya. Didalam Islam, salam yang bernilai ibadah (karena didalamnya ada doa) adalah Assalamualikum, dan dijawab dengan Wa alaikum salam, minimal, atau ditambahkan dengan ucapan Warahmatullahi wabarakatuh itu lebih baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS An Nisa ayat 86.
Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.

2. Saling mendoakan apabila yang lain bersin
Hal ini tidak dimiliki oleh agama/ ajaran apapun hanya dalam din Islam. Hadits riwayat Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan ‘Alhamdulillah (Segala puji bagi ALLOH)’ dan saudaranya atau orang yang bersamanya mengatakan kepadanya ‘Yarhamukallah (Semoga ALLOH memberikan rahmat-Nya kepadamu)’. Jika salah seorang mengucapkan ‘Yarhamukallah’, maka orang yang bersin tersebut hendaklah menjawab ‘Yahdiikumullah wayushlih baalakum (Semoga ALLOH SWT memberikanmu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).”

3. Tawadhu. tidak sombong terhadap saudaranya
Seorang muslim tidak boleh sombong terhadap saudaranya, karena sombong adalah pakaian kebesaran Allah. Sebaliknya seorang muslim harus tawadhu, rendah hati dan kasih sayang sesama manusia apalagi sesama muslim.
‘janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. “(QS Lukman:18)

4. Lemah lembut dan kasih sayang 
Lemah lembut dan kasih sayang adalah ciri umat Rasulullah, tercermin didalam surat Al Fath ayat 29
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS Al Fath:29)

5. Tidak mendiamkannya lebih dari 3 hari
Seorang muslim tidak boleh memendam dendam, apalagi mendiamkan saudaranya labih dari 3 hari. Hindari kata2 “Tiada maaf bagi mu”, hendaknya seorang muslim saling memaafkan.

6. Memberi nasihat apabila diminta
“Apabila salah seorang dimintai nasehat saudaranya maka berilah ia nasehat” Muttafaqun Alaih.
Surat An Nahl:125, mengajarkan kita untuk menyeru dengan hikmah, dan mendebat dangan cara yang baik.
“Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk.” (Al-Nahl: 125)

7. Besemangat dalam tolong menolong dan beramar ma’ruf nahi mungkar 
Tolong menolong tidak membedakan suku, bangsa, warna kulit, tetapi dengan satu kesatuan Akidah.
“..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa , dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. .” (QS.Al-Maidah:2)

8. Menutupi aib saudaranya
Aib disini adalah aib individual, bukan aib yang bersifat umum. Siapa saja yang menutupi aib saudaranya di dunia maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat.
Suatu ketika seorang lelaki menemui Umar bin Khattab Radiallahu Anhu. Maksudnya menyampaikan satu berita dengan harapan ia mendapat pujian dari Khalifah kedua ini. Dihadapan Umar ia berkata: “Wahai Amirul Mukminin, saya melihat si Fulan dengan si Fulanah berpelukan di balik pohon kurma.” Lalu bagaimana reaksi Umar? Lelaki ini malah dijambak jubahnya oleh Umar. Beliau sambil mengacungkan cambuk kepadanya seraya
berkata: “Kenapa tidak kamu tutupi kesalahannya dan harapkan kesadaran serta taubat mereka? Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam telah mengatakan, ‘Barangsiapa menutupi aib atau kesalahan saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia maupun akhirat.”
 (Al Hadis).

9. Tidak su’udhon/ berburuk sangka 
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat:12)

10. Berkata-kata yang baik dan saling memaafkan 
Kata-kata yang baik adalah sedekah. Hendaknya apabila pembicaraan sudah tidak lagi bernilai, maka lebih baik diam. Seorang muslim harus membuka lebar2 pintu maaf, Putusnya silaturahim adalah salah satu sebab terbukanya pintu su’ul kothimah. (QS Al Maidah:13)

11. Menjenguk dan mendoakan apabila saudaranya sakit, menghadiri undangannya, serta menyelenggarakan jenazahnya (memandikan, mengkafani, mensholatkan, menguburkan, dan mendoakannya).
Berikan dorongan spirit, 2 kebaikan ketika kita menjenguk orang sakit, Allahuma anta bari..semoga Allah mengangkat penyakitnya dan disembuhkan, dan apabila saudara kita yang sakit sabar, Allah akan menjadikan penyakitnya pintu penghapus dosanya. Dan sebaiknya kita belajar tentang Fiqh Jenazah, sehingga apabila ada diantara saudara/ keluarga kita yang meninggal kita dapat dengan segera menyelenggarakan jenazahnya.

Baca juga adab muslim kepada muslim lain, Cara melihat karakter orang dari tanda tangan, Cara Melihat sifat orang dari tulisan tangan

sumber : http://sosbud.kompasiana.com
Read more

Akhlak dan Adab Seorang Mukmin Kepada Sesama Mukmin

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu 'anHu, Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa sallam bersabda,
"Haqqul muslimi 'alal muslimi khamsun, raddus salaami, wa 'iyaadatul
mariidhi, wat tibaa-ul janaa-izi, wa ijaabatud da'wati, wa tasymiitul
'aathisi"

yang Ertinya,

"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima, menjawab salam, menjenguk
orang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan dan menjawab orang bersin"

(HR. al Bukhari dan Muslim, hadits no. 900 pada Tarjamah Riyadush Shalihin) 



Menjawab Salam
Salah satu jawaban salam yang baik adalah sebagaimana hadits berikut, dari
Aisyah radhiyallaHu 'anHa, dia berkata,

"Rasulullah berkata kepadaku, 'Ini jibril datang membacakan salam kepadamu',
Aku berkata, 'Wa 'alaykumus salaamu warahmatullaHi wabarakatuH'" (HR. al
Bukhari dan Muslim, hadits no. 856 pada Tarjamah Riyadush Shalihin)


Menjenguk Orang Sakit
Hendaknya dalam mengunjungi orang sakit diiringi dengan niat ikhlas dan
tujuan yang baik.  Seperti misalnya yang dikunjunginya adalah seorang ulama
atau teman yang shalih, atau mengunjunginya dalam rangka untuk beramar
ma'ruf nahi munkar yang dilakukan dengan lemah lembut atau dengan tujuan
untuk memenuhi hajatnya atau untuk melunasi hutangnya, atau untuk mengetahui
tentang keadaannya.  Sebagaimana sabda Rasulullah ShallallaHu 'alaiHi wa
sallam,

"Barangsiapa mengunjungi saudaranya karena Allah atau di jalan Allah, akan
ada yang menyeru kepadanya, 'Engkau telah berlaku mulia dan mulia pula
langkahmu, serta akan kau tempati rumah di Surga'"

(HR. at Tirmidzi no. 2008, Ibnu Majah no. 1433)

Dari Ibnu Abbas radhiyallaHu 'anHu, berkata

"Apabila Nabi ShallallaHu 'alaiHi wa sallam mengunjungi orang sakit, beliau
berkata, 'Laa ba'sa thaHuurun insyaa Allah (Tidak mengapa semoga sakitmu ini
membuat dosamu bersih)'"
 (HR. al Bukhari no. 5656)

Menghantar Jenazah
Memikul jenazah dan mengiringinya termasuk hak-hak mayit atas kaum muslimin.
Para ulama bersepakat bahwa memikul jenazah adalah farhu kifayah.  Jika
telah dilakukan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban tersebut dari
sebagian yang lainnya.

Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim berkata, "Jika ijma' tersebut
terbukti, maka itulah yang benar.  Jika tidak ada, maka tidak ada bedanya
antara hukum memikul dan mengiringi jenazah.  Zhahirnya bahwa keduanya
adalah fardhu kifayah.  WallaHu a'lam"
(Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2, hal. 391)

Memenuhi Undangan
Berkaitan dengan hukum menghadiri undangan, Imam al Bukhari meriwayatkan
dalam Shahih-nya (no. 5177), dari Abu Hurairah radhiyallaHu 'anHu, bahwa ia
mengatakan,

"Seburuk-buruknya makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya
saja yang diundang, sedang orang-orang fakir tidak diundang.  Barangsiapa
yang tidak memenuhi undangan, maka dia telah bermaksiat kepada Allah dan
Rasul-Nya"

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Ini adalah dalil wajibnya memenuhi undangan"
(Fathul Baari IX/245).


Menjawab Orang Bersin
Wajib bagi setiap orang yang mendengar bersin (dan mengucapkan
alhamdulillaH) untuk mengucapkan tasymit kepadanya.  Rasulullah ShallallaHu
'alaiHi wa sallam bersabda,

"Jika salah seorang dari kalian bersin lalu mengucapkan alhamdulillah, maka
hendaklah kalian mengucapkan tasymit (ucapan yarhamukallaH) baginya, namun
jika tidak, maka janganlah mengucapkan tasymit baginya"

(HR. Muslim no.2992)
Maraji' :

1.     Adab Harian Muslim Teladan, 'Abdul bin 'Abdirrahman as Suhaibani,
    Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Dzul Hijjah 1425 H/Januari 2005 M.

2.     Panduan Lengkap Nikah, Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin 'Abdir Razzaq,
    Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Keempat, Jumadil Akhir 1427 H/Juli 2006 M.

3.     Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim,
    Putaka at Tazkia, Jakarta, Cetakan Pertama, Rajab 1427 H/Agustus 2006 M.

4.      Tarjamah Riyadush Shalihin Jilid 2, Imam an Nawawi, Takhrij : Syaikh
    al Albani, Duta Ilmu, Surabaya, Cetakan Kedua, Oktober 2004, Edisi Revisi.

Semoga Bermanfaat.

Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang
dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)


Baca juga tentang Akhlak sesama muslim, Cara melihat karakter orang dari tanda tangan, Cara Melihat sifat orang dari tulisan tangan
sumber : http://halaqah.net

Read more