Tampilkan postingan dengan label Mapala Sharpa Kenaka. Tampilkan semua postingan

Agenda Sirmulasi Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung

Salam Lestari, . . .

Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung
Agenda Sirmulasi Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung, yang dilaksanakan pada hari Sabtu 10 November hingga 11 November 2012, yang dilaksanakan di Watu Lapis kec. Kemiling Lampung telah terselenggara. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas tahunan dalam paket penerimaan anggota baru, kegiatan ini juga merupakan kegiatan guna mempersiapkan Calon Anggota Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat siap untuk mengikuti Pendidikan Dasar.

Kegiatan Sirmulasi ini sendiri merupakan kegiatan praktek dari sebelumnya yaitu adanya Agenda Materi Ruang, sehingga di harapkan para peserta mengerti serta paham terhadap, materi yang telah disampaikan.

kegiatan yang disirmulasikan sendiri terdiri dari Sembilan Divisi Ilmu yang memang ada di tubuh Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung, yaitu Survival, Mountenering, Manajemen Organisasi, Mental Ideologi Organisasi, Rock Climbing, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, SAR, Navigasi Darat, Konservasi Sumber Daya Alam.

Dalam pelaksanaanya hampir semua peserta mengikuti serta memahami materi dan dapat mempraktekan segala sesuatu yang di Intruksikan oleh pemateri dengan baik. dan dengan telah dilaksanakanya kegiatan Sirmulasi ini semoga para Peserta Sirmulasi dapat terus belanjut hingga menuju kepada Kegiatan Pendidikan Dasar yang merupakan Kegiatan yang wajib dilalui guna menjadi sarat wajib untuk menjadi Anggota Muda Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung.

Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung
Sirmulasi Rock Climbing
Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung
Peserta Sirmulasi, Setelah Pektik Survival
Kunjungi blog Official kami di www.mapala-sk.blogspot.com
Read more

Open Recruitment Mapala Sharpa Kenaka Teknokrat Lampung

LESTARIII!!!

UKM-MAPALA SHARPA KENAKA Perguruan Tinggi TEKNOKRAT Lampung, Akan membuka pendaftaran untuk seleksi penerimaan Anggota baru, yang dibuka pada Tanggal 01 - 10 Oktober 2012.

Tema pada Recruitment Anggota Baru tahun ini UKM-MAPALA SHARPA KENAKA yaitu bertemakan "BERJUANG, BERTAHAN, BERPRESTASI BERKUALITAS".

Bagi Rekan-rekan satu Perguruan Tinggi TEKNOKRAT yang tertarik dan berminat untuk bergabung. Dapat bergabung dengan mengisi formulir pendaftaran di Stan kami di depan Lorong Masjid Perguruan Tinggi TEKNOKRAT.

Brosur Open Recruitmen Mapala Sharpa Kenaka Teknokrat Lampung

"JAGA AIR, JAGA TANAH, JAGA UDARA, JAGA KAYU DAN JAGA LOGAM"

Kunjungi blog Official kami di www.mapala-sk.blogspot.com

Read more

Mapala Sharpa Kenaka Teknokrat Lampung


Teknokrat Lampung Mapala Sharpa Kenaka
Mahasiswa Pencita Alam SHARPA KENAKA Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung yang sudah berdiri sejak 23 April 2003, merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Organisasi Pencita Alam satu-satunya yang berdiri dan bernaung di Perguruan Tinggi Teknokrat. Merupakan sebagai wadah Pengembangan minat dan bakat anggota dibidang kegiatan alam terbuka, petualangan,  dan lingkungan hidup,serta sebagai Asimilator dan Mediator antar Akademisi. Sesama Anggota Mapala Sharpa Kenaka mempunyai ikatan kekeluargaan yang kuat.


Visi Dan Misi Mapala SHARPA KENAKA
  1. Menciptakan Putra/Putri Perguruan Tinggi Teknokrat yang memiliki tingkat rasa kepedulian terhadap  lingkungan sosial dan masyarakat.
  2. Menjadi tempat pembelajaran, pendidikan, pengembangan Minat dan Bakat anggota
  3. Membentuk jiwa anggota Sharpa Kenaka yang Tangguh, Cerdas, Trampil, bertanggung jawab dan siap menjadi pemimpin untuk diri sendiri, lingkungan, masyarakat, bangsa, dan tanah air serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.

“Jaga air, jaga tanah, jaga udara, jaga kayu dan jaga logam”

Read more

Persiapan Fisik Sebelum Mendaki


Persiapan Fisik Sebelum Mendaki ini perlu pemirsa kalo kita akan melakukan Kegiatan Pendakian, apalagi kalau Pendakian Pertama, dan sudah lama mendaki dan akan melakukanya lagi. Karna jika kondisi kita yang biasa di tempat panas dan terbiasa tidak melakukan kegiatan yang berat tiba - tibah harus berhadapan dengan yang demikian akan timbul efek yang berbahaya pada Tubuh, dan Resiko Cidera akan sangat besar,

Untuk Persiapan fisik ini dapat kita sesuaikan denngan kondisi mnedan-nya pemirsa, kalau Mendaki Gunung yang dingin dan Kondisi Alamnya sering berubah, untuk persiapan fisiknya dapat kita lebih giatka, apa lagi kalu gunung yang Tingginya >3000mdpl memerlukan kondisi fisik yang kuat terutama kemampuan otot kaki, danPernafasan, latian-nya dapat berbentuk sebagai berikut:

Joging/Lari Ringan, yang satu ini bagus untuk memperkuat nafas kita, serta dapat melatih kondisi Otot Kaki kita untuk lebih kuat dan Stamina Tubuh kita akan fapat bertahan lama, laukukan kegiatan ini rutin dan terus ditambah jaraknya dari sebelumny.

Jalan Jongkok, juga dapat kita gunakan untuk memperkuat otot bagian Paha.

Naik Turun Tangga, untuk yang satu ini untuk Betis sangat baik.

Push-Up, ini juga penting untuk memperkuat otot bagian lengan dan pundak, karna di bagian pundak kita ini kita akan sering menahan beban berat dari Cariel.

Pull-Up, Untuk melatih otot Lengan dan Bahu, serta otot perut dan pernafasan,

Sit-Up,  kalo yang ini untuk melatih otot perut agar lebih kuat.
Untuk Push-Up, Pull-Up, Sit-Up, Naik turun Tangga dapat dilakukan sebanyak 25 kali pada hari pertama dan di tambahkan pada hariselanjutnya 10 atau sesuaia selera dan kemampuan terus  dan terus ditambahkan.

Mungkin tidak terlalu banyak kegiatan yang harus dilakukan, namun hal tersebut harus dilakukan rutin, dan terus ditambah setiap harinya. karna Fisik sangat berperan banyak terhadap kegiatan Pendakian, sekain dulu Artikel Persiapan Fisik Sebelum Mendaki.

Kunjungi blog Official kami di www.mapala-sk.blogspot.com
Read more

Daftar Peralatan Pendakian dan Kegunaanya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3vq8zGRW9inilhul9aEoHvK5X3Eu3QNdNkty3KIRc0id_ayVEzjI5ZUrWTw3mBfO-swuKpwj3MUJvUQ-NTWZyzYY6kRp5BIcZ3DonbQG_seygVhFbnqkqmjm0OY5mruQK-zJHZ7pfkoGu/s320/pakaian.jpegKegaiatan Alam Bebas kini semakin banyak digemari oleh masarakat luas kususnya remaja, selain kegiatan ini bersifat positif unutk melatih ketanguhan Mental, dan Fisik, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan Lingkungan.

Namun untuk melakukan kegiatan ini,kita juga pelu melakukan Persiapan, agar kegiatan yang akan kita lakukan berjalan lancar dan tidak terjadi halyang tidak diinginkan. persiapan yang Sangat penting selain Persiapan Fisik Sebelum Mendaki, Peralatan Pendakian pun menjadi tidak kalah pentingnya. disini saya akan berbagi dan menulis tentang Daftar Peralatan Pendakian dan Kegunaanya, tanpa terlalu panjang membuka mari kita simak,

Ada dua jenis perlengkapan yang mesti kitappersiapkan dalam pendakian yaitu:
1. Peralatan Tim
Peralatan Tim ini peralatan yang harus ada dalam satu Kelompok Pendaki dan jangan sampai ada yang terlewatkan karna peranannya yanng sangat penting. peralatanya sebagai berikut:

P3K, ini yang harus pertma kali di persiapkan dan ahrus ada, sebelum melakukan kegiatan di alam bebas.

Cariel / Ransel, Peralatan yang satu ini menjadi yang tidak dapat di lupakan dan menjadi komponen yang sangat penting karna Cariel ini yang akan kita gunakan untuk membawa peralatan serta bekal kita selama berada di alam bebas. Sesuaikan kebutuhan Cariel anda, pastikan kondisi Cariel anda layak untuk di ajak berpetualang, ada sedikit saran untuk memilih Cariel yang bentuknya Meninggi dan tidak melebar, karna akan lebih terasa ringan saat kita bawa.  

Dome/Tenda, Kalau yang satu ini alat yang bakal kita gunain buat berteduh, dan menjadi Peralatan yang Sangat Penting ketika medan yang kita hadapi itu dapat di bilang sulit, seperti Berangin Kencang, Curah Hujan yang tinggi, dan Huajn Es. Jadi untuk yang satu ini perlu di cermati juga, agar tidak terjadi halyang buruk, pastikan Dome dalam kondisi baik, dan sesuai dengan medan yang akan kita tempuh, masak ia kita bakal basah - basahan karna tenda yang kita bawa bocor atau terbang tidak kokoh terhempas tiupan angin.

Matras/Alas, Matras ini jangan sampai ketinggalan, matras ini biasanya digunakan juga sebagai pelapis sisi dalam Caaril sebelum menyusun barang agar Cariel kokoh. dan Matras ini pun sangat penting karna perananya yang sangat kita butuhkan sebagai alas Duduk, Tidur, agar kita tidak kotor dan contak lansung dengan Tanah.

Nesting/Trangia, Alat ini adalah alat yang bakal kita gunakan untuk memasak, bedanya Nesting dengan trangia yaitu Nesting bisa kita gunakan juga sebagai penyimpan peralatan seprti mneyimpan beras, sedangkan Trangia adalah 1 set peralatan masak, jadi sudah ada Panci, Wajan, Ceret, dan kompornya, dan lebih terlihat lengkap dan mewah dibandingkan Nesting.

Termontina/Golok Tebas, Termontina ini digunakan untuk kondisi yang membutuhkan ya sobat, jangan digunain buat asal tebas - tebas tanaman Selain berfungsi sebagai Alat Pelindung dari Hewan, lat ini juga dapat kita gunakan untuk mneyingkirkan penghalang seperti pohon tumbang ataupun untuk mencari kayu bakaar (disarankan kayu yang sudah mati).

Head Lamp/Senter, Untuk dapat melakukan kegiatan dimallam hari Head Lamp jangan sampai tertinggal ya sob, karna bisa fatal akibatnya.

Korek Kayu, Mengapa korek kayu, agar jika dalam kondisi tertentu seperti terjebur ke sungai korek kayu ini masi dapat kita kering kan unutk selanjutnya dapat kita gunakan kembali dan simpan yang satu ini dengan aman karna menjadi salah satu alat yang fital.

Pusau Lipat, untuk keperluan kecil seprti mempersiapkan makanan yang satu ini cukup penting. dan disarankan mencari yang multi fungsi.

TrasBag/Kantung Plastik Besar, TrasBag sangat penting unutk melindungi isi peralatan Caril kita dari hujan juga dapat digunakan sebagai tempat Sampah.

Rain Cover/Pelindung Ransel, agar Caril kita tidak basah terkena hujan kita harus menggunakan Rain Cover ini. karna Caril yang basah akan menjadi yang sangat berat


2. Peralatan Pribadi
Peralatan yang satu in, adalah peralatan yang harus disiapkan oleh individu pendaki, karna harus sesuai dengan kondisi tubuh. Peralatanya sebagai berikut

Sleeping Bad, Kantung tidur ini jangan sampai terlupakan sobat, apa lagi jika kita akan menempuh medan dengan kondisi udara yang dingin. Karna Sleping Bad ini sangat penting sebagai alat yang memberikan kenyaman ketika tidur, serta berperan untuk mencegah kedinginan.

RainCoat/Jas Hujan, Yang satu ini jangan ketinggalan ya sob, kalo kita melakukan kegiatan pada musim hujan, karna kondisi tubuh yang basah terkena hujan sangat rentan terhadap penyakit, dan drop fisik.

Jacket Hangat, Jacket ini sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan pendakian dan pilihlah jaket yang sesuai dengan karakter tubuh.

Tracking/Sepatu, Pilihan yang satu ini harus sesuai dang kuat agar ketika kita dalam kegiatan akan merasa nyaman.

Sandal Tracking, Sandal juga dibutuhkan ketika kita inign menjelajah namun Tracking kita sedan dalam keadaan yang tidak memungkinkan.

Ponco, Kuplok, Kacamata, Masker, Kalo bisa satu paket ini jagan sampai di lupanakan ya sob meski terlihat sebagai aksesoris saja namun ini sangat penting dan sangat berguna dalam suatu keadaa.

Cara Menyusun Barang di Cariel/Ransel juga sangat penting sob, Sekian Artikel yang saya tulis tentang
Daftar Peralatan Pendakian dan Kegunaanya. jika anda ingin membeli peralatan bisa anda membaca Tips Dalam Memilih Perlengkapan Pendakian.
Read more

Teknik Tepat Membaca Jalur Panjat Pada Kopetisi Panjat Tebing / Dinding

sight seeingKita ketahi bahwa kopetisi panjat tebing kini sudah menjadi hal yaang tidak asing lagi di halayak umum, serta kopetisi demi kopetisi sering di selenggarakan dari tingkat Profinsi hinga tingkat nasional maupun tingkatan yang lebih tinggi dan menantang, untuk itu disini akan di jelaskan tips dalam membaca jalur panjat dalam kopetisi Panjat Tebing.

Dalam Kopetisi Panjat Tebing, biasanya Orientasi Jalur atau
pengamatan jalur hanya di beri waktu 6 menit, tentu merupakan waktu yang sangat singkat dan mengitimidasi kita. dan dapat menggangu kondisi pemanjat, bahkan satu kondisi dapat membuat pemanjat stres atau tegang.


Ketika kita berada didepan papan panjat, kondisikan tubuh kita senyaman mungkin dan rileks, amati papan panjat dan poin - poin -nya dengan seksama. Dengarkan peraturan yang disampaikan oleh panitia kopetisi dengan sesama dan resapi. kondisi yang lebih penting yaitu janganlah terprofokasi oleh jalur. Posisikan diri kita untuk terus berfikir Positif, hindarkan pemikiran seperti anggapan bahwa jalur yang akan kita panjat sulit, menyeramkan, menakutkan, atau mustahil untuk di panjat. Yakin bahwa jalur yang dibuat itu pasti dapat dipanjat, setidaknya mendekati Top atau puncak. dan hindari untuk menyombongkan diri bahwa jalur yang akan kita panjat itu mudah, karna hal seperti ini yang biasanya dapat menjatuhkan pemanjat.

Dalam mengamati jalur, coba kondisikan bahwa kita seakan-akan berada di papan panjat dan sedang melakukan pemanjatan, tetaplah konsentrasi untuk mengingat kondisi jalur dan arah serta teknik yang akan kita gunakan karna waktu yang sangat singkat maka jangan menyia-nyiakan -nya. Selanjutnya barulah kita fikirkan untuk strategi yang lebih efisien. Sehingga dapat memanjat dengan tingkat kesalahan yang minim.

Untuk lebih detailnya, cobalah kondisikan bahwa tangan-tangan kita sedang memegang poit-point yang sedang berada pada papan panjat, selanjutnya tentukan point petama yang akan kita panjatkemudikan kita akan naik dan tentukan pula point-point selajutny yang akan kita gunakan. Bayangkan dan gambarkan dalam fikiran kita bentuk point, bagaimana cara memegang, hingga bentuk tubuh kita. bila anda menemui kebuntuan coba untuk mengubah cara memegang point maupun point mana yang akan kita pegang hinga masalah pada titik tersebut dapat ada lewati.

Dalam satu kondisi bisa saja kita menemui kodisi kebuntun, cobalah untuk melihat keseluruhan dari sekitar titik kesulitan tersebut, biasanya kita melupakan bahwa stu poit dapat kita gunakan untuk lebih dari satu kondisi. dan pada kondisilain kita sering melupakan, bahwa kita harus turun satu ppoint dan barulah kita dapat pijakan untuk melangkah kepoint yang lebih tinggi berikutnya, adapula kondisi dimana kita harus menukar point yang ktia pegang atau kita pijak agar dapat melanjutkan dan menambah ketinggian. dan selalulah berkosentrasi.

Biasanya kita juga sering mengabaikan atau melewati point tertentu yang terlihat tidak penting atau tidak dapat digunakan, padahal point tersebut merupakan point penting yang dapat kita gunakan untuk dapat menambah ketinggian. dan bila kita sudah benar-benar kesulitan utntuk emecahkan di suatu titik, jangan kita terfokus hanya pada masalah tersebut, karna  ingat waktu kita sangat singkat, lanjutkan pengamatan dan kita dapat kembali mengamatinya nanti.

Dalam pengamatan ini juga kita tidak boleh melewatkan untuk melihat satu point pun terutama pada ujung-ujung papan, karna biasanya pembuat jalur tidak akan membuang-buang waktu untuk memasang pont yang tidak penting. 

Dantidak lupa kita tentukan point istirahat pada ketinggian tertentu, agar stamina kita yang biasanya mulai habis pada ketinggian tertentu dapat pulih dan dapat sam pai puncak atau Top.

Ketika telah selesai mengamati, dan masi ada waktu coba untuk mengingat nya secara keseluruhan dari bawah hingga kita sampai pada Top.

Ketika kita berada di karantina, sebisa mungkin kita saling bertukar pengalaman dan cerita pada peserta yang lain dan jangansegan-segan untuk menanyakan pada mereka cara melewati point yaang memang benar-benar tidak kita ketahui,...

semoga artikel ini dapat bermanfaat dan anda dapat melewati dan sukses dalam kopetisi dan menjadi juara dan pemenang dengan kemampuan terbaik.

*dari berbagai sumber
Read more

Teknik BOULDERING Dan Persiapannya

Diawali langkah Don Robinson pada tahun 1990 di Leeds University dengan mempelopori dibuatnya dinding panjat tebing buatan pertama yang diberi nama Achertrust, sejak saat itu pelan tapi pasti panjat tebing mengalami evolusi dari sekedar aktifitas petualangan dengan media tebing alam menjadi sebuah cabang olahraga yang dapat dipertandingkan, Sehingga lambat laun panjat tebing yang awalnya merupakan bagian dari mountainering akhirnya independent terpisah dan kemudian terkenal dengan media alam tebing-tebing alam, baik yang kering ( Tropic Climbing ) maupun yang bersalju ( Ice Climbing ). 

Perkembangan pesat panjat tebing di luar negeri membawa pengaruh besar
ke Indonesia meskipun masih dalam tahap awal yang diperkenalkan oleh Harry Suliztiarto pada tahun 70-an dengan memanjat tebing-tebing alam berbatuan karst di desa Citatah, Padalarang, Jawa Barat. Panjat tebing semakin berkembang baik di Indonesia dari segi petualangan dan semakin berkembang baik menjadi extreme sport yang bernilai prestasi sejak diadakannya perlombaan panjat tebing alam di pantai Djimbaran, Bali pada tahun 1987. Sejak diperkenalkannya panjat tebing buatan oleh para pemanjat Prancis pada awal tahun 90-an yang diikuti dengan dimulainya kejuaraan nasional panjat tebing yang pertama di Bintaro dengan papan panjat setinggi 15m, panjat tebing benar-benar telah mendapat tempat bagi pemuda Indonesia.
Pada umunya panjat tebing dalam metodenya dibagi menjdi 2 metode yaitu: 
  1. Metode memanjat dengan menggunakan pengaman.
  2. Metode memanjat tanpa menggunakan pengaman.  
Bouldering diartikan sebagai sistem pemanjatan tanpa menggunakan alat sebagai pengaman dan penambah ketinggian. Pengertian ini memang hampir sama dengan sistem pemanjatan free soloing tetapi ada dua catatan yang membedakannya. Pertama, biasanya arah ketinggian maksimal bouldering adalah tiga meter. Kedua, arah memanjat bouldering adalah menyamping.

Bouldering biasa dilakukan untuk melakukan warming up sebelum melakukan pemanjatan yang sebenarnya juga dilakukan untuk melatih teknik-teknik pemanjatan baik berupa penggunaan kaki, tangan dan badan juga gerakan-gerakan lain yang diperlukan dalam pemanjatan, selain itu bagi para pecinta panjat tebing, bouldering dianggap sebagai sebuah kreasi karena dengan melakukannya akan mendapatkan satu nilai kepuasan tersendiri.

Seiring dengan perkembangan kompetisi panjat tebing, bouldering kini menjadi salah satu nomor panjat tebing yang kini menjadi salah satu nomor panjat tebing yang biasa dipertandingkan seperti dalam X-Games Competition ( sebuah kompetisi internasional yang biasa mempertandingkan olahraga ekstrim ) dan kejuaran-kejuaraan yang dilakukan oleh UIAA ( Asosiasi panjat tebing internasional ) bahkan kompetisi tradisional panjat tebing alam yang dilakukan di Amerika Serikat di jalur pemanjatan tebing alam Yosemite dan Dolosemite ( Kompetisi ini merupakan salah satu kompetisi panjat tebing alam tertua di dunia ) Bouldering menjdi salah satu nomor yang dipertandingkan, dan dari kompetisi bouldering inilah nama Chris Sharma menjadi legenda karena merupakan pemanjat termuda yang dapat memecahkan jalur tersulit pada jalur Yosemite.

Karena merupakan bagian dari exstreme sport yang banyak mengandung resiko dalam pelaksanaannya, maka prosedur-prosedur dalam melakukannya harus benar-benar diperhatikan.

Beberapa prosedur melakukan bouldering yang biasa dijadikan acuan adalah :
  1. Spotter ( orang yang menahan atau mengarahkan ), kehadiran satu atu dua orang teman sangat baik untuk menahan kepala, leher dan punggung saat terjatuh ke tanah sehingga laju dari jatuhnya tubuh tidak terlalu keras dan aman. Tugas seorang Spotter tidak hanya menangkap atau menahan pemanjat tetapi dia juga harus mampu mengarahkan dan membaca arah gerakan jatuh seorang pemanjat dalam melakukan bouldering.
  2. Landing ( tempat mendarat ), penilaian untuk lokasi mendarat pada bouldering sebenarnya sangat mudah, misalnya apakah tempat itu datar dan bebas dari sesuatu yang bisa membuat pergelangan kaki atau tangan menjadi cidera/terkilir saat terjatuh, atau apakah banyak batu atau kerikil yang berserakan sehingga membahayakan posisi Spotter saat melakukan tugasnya.
  3. Exposure ( daerah terbuka ), biasanya berhubungan dengan ketinggian, definisinya merupakan gabungan dari tempat mendarat, posisi tubuh dan cara berpikir. Cara berpikir sangat diperlukan, dan hal ini akan dipengaruhi oleh lokasi yang dipilih. Salah satu peraturan dalam bouldering adalah mengingatkan apakah anda mau meloncat saat menggapai point terakhir. Jika point terakhir itu terlalu tinggi untuk diloncati mungkin jalur itu terlalu panjang untuk jalur boulder.
  4. Descent ( daerah untuk turun ), jangan naik jika tidak tahu bagaimana turunnya. Sebelum bouldering sebaiknya jalan-jalan di sekitar lokasi untuk mencari informasi yang diperlukan atau lebih dikenal dengan orientasi medan. Meskipun telah menjadi independent dan tidak lagi menjadi bagian dari mountainering tetapi panjat tebing tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip teknik hidup alam bebas. Buldering sebagai bagian dari panjat tebing juga tidak lepas dari hal itu dalam meminimalkan resiko dengan manajemen resiko secara baik sehingga dalam melakukannya tidak bisa lepas dari objective risk factor dan subjective risk factor management agar kegiatannya dapat dilakukan dengan aman dan menyenangkan jiwa seorang pemanjat.
Read more