Tampilkan postingan dengan label Pencinta Alam. Tampilkan semua postingan

Tips Jika Tersesat Saat Pendakian

Dewasa ini kegiata olahraga di Alam bebas menjadi sangat populeh dikalangan kaula muda, dan di berbagai media masapun tersirat kabar duka dari kegiatan pendakian, yang di akibat kan karna tersesat atau kecelakaan saat pendakian.
Banyak faktor yang dapat mengakibatkan tersesatnya seseorang saat kegiatan pendakian biasanya dapat di sebabkan karena, 

1. Kurangnya persiapan dalam melakukan perjalanan, biasanya karna seseorang melakukan kegiatan pendakian karna hanya ingin mengikuti tren, tanpa mempertimbangkan resiko yang dapat menimpa dirinya. karna dalam kegiatan pendakian tidak melulu Perlengkapan yang sefty yang kita butuhkan, tapi Pengetahuan Tentang Objek Pendakian juga sangat perlu, lalu Fisik yang sehat, dan metal yang kuat pun sangat kita butuhkan dalam kegiatan Pendakian

2. Tidak adanya Angota tim yang menguasi medan, Adabaiknya jika kita belum samasekali mengetahui keadaan medan di objek yang dituju, kita dapat meminta dampingan dengan orang yang sudah pernah dan tau dengan medan yang akan kita daki.

3. Tidak adanya anggota tim yang menguasai ilmu navigasi sedderhana, walaupun mungkin kita akan medaki gunung yang kecil yang tidak terlalu tingi, namaun ilmu dasar tentang navigasi sangat perlu kita kuasai, setidaknya tentang membaca arah angin dengan keadaan alam, mengunakan kompas dll.

4. Tidak Menetukan pemimpin rombongan, sehingga jika terjadi konfik atau perselisian dalam menentukan pilihan kita tidak memiliki acuan yang dapat di jadikan patokan, alhasil hal ini dapat mengakibatkan tim bercerai burai dan ada angota yang tersesat.

5. Cuaca, ini adalah fakor terbesar yang sering terjadi di Indonesia, karna kebanyakan gunung diindonesia sering tertutup kabut dan badai yang dapat mengaburkan pandangan serta membuat panik angota pendakian.

Jika karna suatu hal, seperti cuaca atau hal lainya kita menjadi tersesat kita dapat melakukan tidakan SURVIVAL dan ada 4 hal yang harus kita ingat sebagai bekal yaitu STOP

S - Sit Down, jadi ketika kita menyadari bahwa dirikita sedang tersesat hal pertama yang harus kita lakukan adalah berhenti dan Duduk sembari menenangkan diri kita.

T - Thinking, setelah kita duduk dan merasa tenang, kita harus berfikir mengingat kejadian demi kejadian kebelakan dan berusaha mencari tau apa yang menyebabkan kita menjadi tersesat.

O - Obsservation, Setelah kita berfikir, selanjutnya kita melakukan kegiatan observasi, dan dalam fase ini kita harus memperhatikan 6 komponen yang ada disekitar lingkungan dimana kita tersesat, yaitu Keadaan Alam sekitar, Keadaan Cuaca, Air, Makanan, Api, Shelter. dengan kita melakukan Observasi kita akan lmempermudah kita dalam menetukan fase selajutnya yaitu Planning atau perencanaa.

P - Planning, difase ini adalah fase yang harus kita harus membuat perencanaan yang sangat matang, ada 2 tindakan yang akan kita pilih yaitu membuat Selter di tempat dan menunggu pertolongan dari Tim SAR atau Bergerak mencari pertolongan. Pilihanyang kita ambil haruslah dengan pikiran yang matang. Alih - alih ingin cepat mendapatkan pertolongan kita bergerak tanpa perhitungan, malah akan menbuat kita tersesat lebih jauh. Jadi di fase ini keputusan harus di fikirkan dan diambil dengan matang.
Read more

Agenda Sirmulasi Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung

Salam Lestari, . . .

Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung
Agenda Sirmulasi Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung, yang dilaksanakan pada hari Sabtu 10 November hingga 11 November 2012, yang dilaksanakan di Watu Lapis kec. Kemiling Lampung telah terselenggara. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas tahunan dalam paket penerimaan anggota baru, kegiatan ini juga merupakan kegiatan guna mempersiapkan Calon Anggota Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat siap untuk mengikuti Pendidikan Dasar.

Kegiatan Sirmulasi ini sendiri merupakan kegiatan praktek dari sebelumnya yaitu adanya Agenda Materi Ruang, sehingga di harapkan para peserta mengerti serta paham terhadap, materi yang telah disampaikan.

kegiatan yang disirmulasikan sendiri terdiri dari Sembilan Divisi Ilmu yang memang ada di tubuh Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung, yaitu Survival, Mountenering, Manajemen Organisasi, Mental Ideologi Organisasi, Rock Climbing, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, SAR, Navigasi Darat, Konservasi Sumber Daya Alam.

Dalam pelaksanaanya hampir semua peserta mengikuti serta memahami materi dan dapat mempraktekan segala sesuatu yang di Intruksikan oleh pemateri dengan baik. dan dengan telah dilaksanakanya kegiatan Sirmulasi ini semoga para Peserta Sirmulasi dapat terus belanjut hingga menuju kepada Kegiatan Pendidikan Dasar yang merupakan Kegiatan yang wajib dilalui guna menjadi sarat wajib untuk menjadi Anggota Muda Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung.

Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung
Sirmulasi Rock Climbing
Mapala Sharpa Kenaka Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung
Peserta Sirmulasi, Setelah Pektik Survival
Kunjungi blog Official kami di www.mapala-sk.blogspot.com
Read more

Open Recruitment Mapala Sharpa Kenaka Teknokrat Lampung

LESTARIII!!!

UKM-MAPALA SHARPA KENAKA Perguruan Tinggi TEKNOKRAT Lampung, Akan membuka pendaftaran untuk seleksi penerimaan Anggota baru, yang dibuka pada Tanggal 01 - 10 Oktober 2012.

Tema pada Recruitment Anggota Baru tahun ini UKM-MAPALA SHARPA KENAKA yaitu bertemakan "BERJUANG, BERTAHAN, BERPRESTASI BERKUALITAS".

Bagi Rekan-rekan satu Perguruan Tinggi TEKNOKRAT yang tertarik dan berminat untuk bergabung. Dapat bergabung dengan mengisi formulir pendaftaran di Stan kami di depan Lorong Masjid Perguruan Tinggi TEKNOKRAT.

Brosur Open Recruitmen Mapala Sharpa Kenaka Teknokrat Lampung

"JAGA AIR, JAGA TANAH, JAGA UDARA, JAGA KAYU DAN JAGA LOGAM"

Kunjungi blog Official kami di www.mapala-sk.blogspot.com

Read more

Mapala Sharpa Kenaka Teknokrat Lampung


Teknokrat Lampung Mapala Sharpa Kenaka
Mahasiswa Pencita Alam SHARPA KENAKA Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung yang sudah berdiri sejak 23 April 2003, merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Organisasi Pencita Alam satu-satunya yang berdiri dan bernaung di Perguruan Tinggi Teknokrat. Merupakan sebagai wadah Pengembangan minat dan bakat anggota dibidang kegiatan alam terbuka, petualangan,  dan lingkungan hidup,serta sebagai Asimilator dan Mediator antar Akademisi. Sesama Anggota Mapala Sharpa Kenaka mempunyai ikatan kekeluargaan yang kuat.


Visi Dan Misi Mapala SHARPA KENAKA
  1. Menciptakan Putra/Putri Perguruan Tinggi Teknokrat yang memiliki tingkat rasa kepedulian terhadap  lingkungan sosial dan masyarakat.
  2. Menjadi tempat pembelajaran, pendidikan, pengembangan Minat dan Bakat anggota
  3. Membentuk jiwa anggota Sharpa Kenaka yang Tangguh, Cerdas, Trampil, bertanggung jawab dan siap menjadi pemimpin untuk diri sendiri, lingkungan, masyarakat, bangsa, dan tanah air serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap organisasi.

“Jaga air, jaga tanah, jaga udara, jaga kayu dan jaga logam”

Read more

Persiapan Fisik Sebelum Mendaki


Persiapan Fisik Sebelum Mendaki ini perlu pemirsa kalo kita akan melakukan Kegiatan Pendakian, apalagi kalau Pendakian Pertama, dan sudah lama mendaki dan akan melakukanya lagi. Karna jika kondisi kita yang biasa di tempat panas dan terbiasa tidak melakukan kegiatan yang berat tiba - tibah harus berhadapan dengan yang demikian akan timbul efek yang berbahaya pada Tubuh, dan Resiko Cidera akan sangat besar,

Untuk Persiapan fisik ini dapat kita sesuaikan denngan kondisi mnedan-nya pemirsa, kalau Mendaki Gunung yang dingin dan Kondisi Alamnya sering berubah, untuk persiapan fisiknya dapat kita lebih giatka, apa lagi kalu gunung yang Tingginya >3000mdpl memerlukan kondisi fisik yang kuat terutama kemampuan otot kaki, danPernafasan, latian-nya dapat berbentuk sebagai berikut:

Joging/Lari Ringan, yang satu ini bagus untuk memperkuat nafas kita, serta dapat melatih kondisi Otot Kaki kita untuk lebih kuat dan Stamina Tubuh kita akan fapat bertahan lama, laukukan kegiatan ini rutin dan terus ditambah jaraknya dari sebelumny.

Jalan Jongkok, juga dapat kita gunakan untuk memperkuat otot bagian Paha.

Naik Turun Tangga, untuk yang satu ini untuk Betis sangat baik.

Push-Up, ini juga penting untuk memperkuat otot bagian lengan dan pundak, karna di bagian pundak kita ini kita akan sering menahan beban berat dari Cariel.

Pull-Up, Untuk melatih otot Lengan dan Bahu, serta otot perut dan pernafasan,

Sit-Up,  kalo yang ini untuk melatih otot perut agar lebih kuat.
Untuk Push-Up, Pull-Up, Sit-Up, Naik turun Tangga dapat dilakukan sebanyak 25 kali pada hari pertama dan di tambahkan pada hariselanjutnya 10 atau sesuaia selera dan kemampuan terus  dan terus ditambahkan.

Mungkin tidak terlalu banyak kegiatan yang harus dilakukan, namun hal tersebut harus dilakukan rutin, dan terus ditambah setiap harinya. karna Fisik sangat berperan banyak terhadap kegiatan Pendakian, sekain dulu Artikel Persiapan Fisik Sebelum Mendaki.

Kunjungi blog Official kami di www.mapala-sk.blogspot.com
Read more

Daftar Peralatan Pendakian dan Kegunaanya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3vq8zGRW9inilhul9aEoHvK5X3Eu3QNdNkty3KIRc0id_ayVEzjI5ZUrWTw3mBfO-swuKpwj3MUJvUQ-NTWZyzYY6kRp5BIcZ3DonbQG_seygVhFbnqkqmjm0OY5mruQK-zJHZ7pfkoGu/s320/pakaian.jpegKegaiatan Alam Bebas kini semakin banyak digemari oleh masarakat luas kususnya remaja, selain kegiatan ini bersifat positif unutk melatih ketanguhan Mental, dan Fisik, kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan Lingkungan.

Namun untuk melakukan kegiatan ini,kita juga pelu melakukan Persiapan, agar kegiatan yang akan kita lakukan berjalan lancar dan tidak terjadi halyang tidak diinginkan. persiapan yang Sangat penting selain Persiapan Fisik Sebelum Mendaki, Peralatan Pendakian pun menjadi tidak kalah pentingnya. disini saya akan berbagi dan menulis tentang Daftar Peralatan Pendakian dan Kegunaanya, tanpa terlalu panjang membuka mari kita simak,

Ada dua jenis perlengkapan yang mesti kitappersiapkan dalam pendakian yaitu:
1. Peralatan Tim
Peralatan Tim ini peralatan yang harus ada dalam satu Kelompok Pendaki dan jangan sampai ada yang terlewatkan karna peranannya yanng sangat penting. peralatanya sebagai berikut:

P3K, ini yang harus pertma kali di persiapkan dan ahrus ada, sebelum melakukan kegiatan di alam bebas.

Cariel / Ransel, Peralatan yang satu ini menjadi yang tidak dapat di lupakan dan menjadi komponen yang sangat penting karna Cariel ini yang akan kita gunakan untuk membawa peralatan serta bekal kita selama berada di alam bebas. Sesuaikan kebutuhan Cariel anda, pastikan kondisi Cariel anda layak untuk di ajak berpetualang, ada sedikit saran untuk memilih Cariel yang bentuknya Meninggi dan tidak melebar, karna akan lebih terasa ringan saat kita bawa.  

Dome/Tenda, Kalau yang satu ini alat yang bakal kita gunain buat berteduh, dan menjadi Peralatan yang Sangat Penting ketika medan yang kita hadapi itu dapat di bilang sulit, seperti Berangin Kencang, Curah Hujan yang tinggi, dan Huajn Es. Jadi untuk yang satu ini perlu di cermati juga, agar tidak terjadi halyang buruk, pastikan Dome dalam kondisi baik, dan sesuai dengan medan yang akan kita tempuh, masak ia kita bakal basah - basahan karna tenda yang kita bawa bocor atau terbang tidak kokoh terhempas tiupan angin.

Matras/Alas, Matras ini jangan sampai ketinggalan, matras ini biasanya digunakan juga sebagai pelapis sisi dalam Caaril sebelum menyusun barang agar Cariel kokoh. dan Matras ini pun sangat penting karna perananya yang sangat kita butuhkan sebagai alas Duduk, Tidur, agar kita tidak kotor dan contak lansung dengan Tanah.

Nesting/Trangia, Alat ini adalah alat yang bakal kita gunakan untuk memasak, bedanya Nesting dengan trangia yaitu Nesting bisa kita gunakan juga sebagai penyimpan peralatan seprti mneyimpan beras, sedangkan Trangia adalah 1 set peralatan masak, jadi sudah ada Panci, Wajan, Ceret, dan kompornya, dan lebih terlihat lengkap dan mewah dibandingkan Nesting.

Termontina/Golok Tebas, Termontina ini digunakan untuk kondisi yang membutuhkan ya sobat, jangan digunain buat asal tebas - tebas tanaman Selain berfungsi sebagai Alat Pelindung dari Hewan, lat ini juga dapat kita gunakan untuk mneyingkirkan penghalang seperti pohon tumbang ataupun untuk mencari kayu bakaar (disarankan kayu yang sudah mati).

Head Lamp/Senter, Untuk dapat melakukan kegiatan dimallam hari Head Lamp jangan sampai tertinggal ya sob, karna bisa fatal akibatnya.

Korek Kayu, Mengapa korek kayu, agar jika dalam kondisi tertentu seperti terjebur ke sungai korek kayu ini masi dapat kita kering kan unutk selanjutnya dapat kita gunakan kembali dan simpan yang satu ini dengan aman karna menjadi salah satu alat yang fital.

Pusau Lipat, untuk keperluan kecil seprti mempersiapkan makanan yang satu ini cukup penting. dan disarankan mencari yang multi fungsi.

TrasBag/Kantung Plastik Besar, TrasBag sangat penting unutk melindungi isi peralatan Caril kita dari hujan juga dapat digunakan sebagai tempat Sampah.

Rain Cover/Pelindung Ransel, agar Caril kita tidak basah terkena hujan kita harus menggunakan Rain Cover ini. karna Caril yang basah akan menjadi yang sangat berat


2. Peralatan Pribadi
Peralatan yang satu in, adalah peralatan yang harus disiapkan oleh individu pendaki, karna harus sesuai dengan kondisi tubuh. Peralatanya sebagai berikut

Sleeping Bad, Kantung tidur ini jangan sampai terlupakan sobat, apa lagi jika kita akan menempuh medan dengan kondisi udara yang dingin. Karna Sleping Bad ini sangat penting sebagai alat yang memberikan kenyaman ketika tidur, serta berperan untuk mencegah kedinginan.

RainCoat/Jas Hujan, Yang satu ini jangan ketinggalan ya sob, kalo kita melakukan kegiatan pada musim hujan, karna kondisi tubuh yang basah terkena hujan sangat rentan terhadap penyakit, dan drop fisik.

Jacket Hangat, Jacket ini sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan pendakian dan pilihlah jaket yang sesuai dengan karakter tubuh.

Tracking/Sepatu, Pilihan yang satu ini harus sesuai dang kuat agar ketika kita dalam kegiatan akan merasa nyaman.

Sandal Tracking, Sandal juga dibutuhkan ketika kita inign menjelajah namun Tracking kita sedan dalam keadaan yang tidak memungkinkan.

Ponco, Kuplok, Kacamata, Masker, Kalo bisa satu paket ini jagan sampai di lupanakan ya sob meski terlihat sebagai aksesoris saja namun ini sangat penting dan sangat berguna dalam suatu keadaa.

Cara Menyusun Barang di Cariel/Ransel juga sangat penting sob, Sekian Artikel yang saya tulis tentang
Daftar Peralatan Pendakian dan Kegunaanya. jika anda ingin membeli peralatan bisa anda membaca Tips Dalam Memilih Perlengkapan Pendakian.
Read more

Persiapan Fisik Agar Dapat Melakukan Kegiatan Panjat Tebing / Wall Climbing Dengan Baik

Olah raga Panjat Tebing atau Wall Climbing merupakan kegiatan olahraga yang dapat memberikan kepuasan ardenalin bagi pelakunya, namun untuk melakukan kegiatan ini tentunya kita membutuhkan bekal. Bekal disini tentunya bekal pada diri sendiri yang akan menentukan tingkat keberhasilan kegiatan kita selain aspek perlengkapan yang kita gunakan.

Penulis akan membahas masalah ersiapan Fisik, karna dalam panjat Tebing kesiapan Fisik merupakan Aspek yang tidak boleh di
lupakan dan di abaikan. Apaaja sih yang perlu di latih kita akan bahas di bawah ini :

  1. Kekuatan, kekuatan disini tidak hanya kekuatan dalam arti hanya tangan saja. karna pemanjat hampir mengunakan seluruh bagian tubuhnya untuk menaklukan ketingian. diantaranya kekuatan Kaki yang digunakan untuk menumpu dan memberikan lontaran, Otot perut, otot dada, punggung dan dada harus kita latih juga. untuk melatih -nya kita dapat melakukan olahraga Push -Up, Sit -Up, dan Pull -Up, Joging ringan pun harus dilakukan untuk menguatkan Otot kaki.
  2. Kelenturan, kelenturan ini pun tidak kalah penting, sekarang banyak kita jumpai pemanjat wanita, yang dalam kekuatan mungkin kurang namun dalam bidang yang ini akan terlihat lebih menonjol. Kita harus melatih kelenturan kita agar saat memanjat tubuh kita akan terlihat indah dengan posisi badan yang terlihat sangat rumit, dan dalam memecahkan suatu jalur terlihat mudah dan ringan padahal jalur -nya sulit. Untuk melatih kelenturan kita dapat mengunakan kerakan - gerakan Pemanasan dasar dan ini harus dilakukan setiap kita akan memulai kegiatan dan janngan lupa melakukan kegiatan Pendinginan setelahnya. Gerakan yang diambil harus merata di mulai dari kepala hingga kemampuan meregangkan kedua kaki, keseimbangan, dan melipat pinggang.
  3. Daya Tahan, dayatahan disini adalah tolak ukur kemampuan pemanjat dalam menyelesaikan pemanjatan denngan jalur yang panjang tanpa banyak melakakukan istirhat. Daya tahan ini dapat kita latih dengan Joging untuk memper panjang nafas kita, serta melakukan Bouldering dengan mengambil jalur yang sulit. dan dilakukan selama 15 menit tanpa henti, dan harus di tambah waktunya setiap latihan berikutnya utuk memberikan perubahan yang signifikan.
  4. Teknik, untuk yang satu ini kita dapat melatinya dengan mengunakan kegiatan Bouldering, karna semakin kita sering memegang point dan melakukan gerakan-gerakanyang sulit tubuh kita akan terbiasa untuk melakukanya. dan untuk teknik in juga kita dapat meminta saran dari pemanjat yang sudah berpengalaman karna biasanya kita aakan di tunjukan lansung dengan satu gerakan dan harus mengulang-mengulangnya agar tubuh dapat terbiasa dan memahami-nya. teknik ini juga sangat terpengaruh dengan jamterbang kita. semakin kita sering melakukan kegiatan Panjat maka semakin semakin matang teknik kita. dan yang perlu diingat bahwa kemampuan tubuh seorang tidaklah sama, mungkin dengan teknik yang berbeda dan sesuai engan kemamuan kita kita bisa melewati kesulitan yang sama dengan pemanjat lain.
  5. Mental dan Sikap, untuk yang satu ini adalah yang terpenting, mengingat Olah Raga Panjat adalah olahraga yang mengharuskan pelakunya memiliki mental yang kuat dan dharus terarah ke dalam hal yang positif. jangan sesekali kita perfikiran bahwa jalur yang akakn kita panjat itu sulit, mustahil, dan beranggapan bahwa kita tidak bisa. ya maka itu yang akan menjatuhkan kita dan menjadikan kita benar-benar tidak mampu dalam menaklukan jalur tersebut. jadi keyakinan itu yang sangat diperlukan, kemudian berfikir positif dan yang terahir adalah konsentrasi agar kita dapat berfikir dan Menganalisis Jalur  dan menyelesaikan pemanjatan higa Top.
*berbagai sumber
Read more

Teknik Tepat Membaca Jalur Panjat Pada Kopetisi Panjat Tebing / Dinding

sight seeingKita ketahi bahwa kopetisi panjat tebing kini sudah menjadi hal yaang tidak asing lagi di halayak umum, serta kopetisi demi kopetisi sering di selenggarakan dari tingkat Profinsi hinga tingkat nasional maupun tingkatan yang lebih tinggi dan menantang, untuk itu disini akan di jelaskan tips dalam membaca jalur panjat dalam kopetisi Panjat Tebing.

Dalam Kopetisi Panjat Tebing, biasanya Orientasi Jalur atau
pengamatan jalur hanya di beri waktu 6 menit, tentu merupakan waktu yang sangat singkat dan mengitimidasi kita. dan dapat menggangu kondisi pemanjat, bahkan satu kondisi dapat membuat pemanjat stres atau tegang.


Ketika kita berada didepan papan panjat, kondisikan tubuh kita senyaman mungkin dan rileks, amati papan panjat dan poin - poin -nya dengan seksama. Dengarkan peraturan yang disampaikan oleh panitia kopetisi dengan sesama dan resapi. kondisi yang lebih penting yaitu janganlah terprofokasi oleh jalur. Posisikan diri kita untuk terus berfikir Positif, hindarkan pemikiran seperti anggapan bahwa jalur yang akan kita panjat sulit, menyeramkan, menakutkan, atau mustahil untuk di panjat. Yakin bahwa jalur yang dibuat itu pasti dapat dipanjat, setidaknya mendekati Top atau puncak. dan hindari untuk menyombongkan diri bahwa jalur yang akan kita panjat itu mudah, karna hal seperti ini yang biasanya dapat menjatuhkan pemanjat.

Dalam mengamati jalur, coba kondisikan bahwa kita seakan-akan berada di papan panjat dan sedang melakukan pemanjatan, tetaplah konsentrasi untuk mengingat kondisi jalur dan arah serta teknik yang akan kita gunakan karna waktu yang sangat singkat maka jangan menyia-nyiakan -nya. Selanjutnya barulah kita fikirkan untuk strategi yang lebih efisien. Sehingga dapat memanjat dengan tingkat kesalahan yang minim.

Untuk lebih detailnya, cobalah kondisikan bahwa tangan-tangan kita sedang memegang poit-point yang sedang berada pada papan panjat, selanjutnya tentukan point petama yang akan kita panjatkemudikan kita akan naik dan tentukan pula point-point selajutny yang akan kita gunakan. Bayangkan dan gambarkan dalam fikiran kita bentuk point, bagaimana cara memegang, hingga bentuk tubuh kita. bila anda menemui kebuntuan coba untuk mengubah cara memegang point maupun point mana yang akan kita pegang hinga masalah pada titik tersebut dapat ada lewati.

Dalam satu kondisi bisa saja kita menemui kodisi kebuntun, cobalah untuk melihat keseluruhan dari sekitar titik kesulitan tersebut, biasanya kita melupakan bahwa stu poit dapat kita gunakan untuk lebih dari satu kondisi. dan pada kondisilain kita sering melupakan, bahwa kita harus turun satu ppoint dan barulah kita dapat pijakan untuk melangkah kepoint yang lebih tinggi berikutnya, adapula kondisi dimana kita harus menukar point yang ktia pegang atau kita pijak agar dapat melanjutkan dan menambah ketinggian. dan selalulah berkosentrasi.

Biasanya kita juga sering mengabaikan atau melewati point tertentu yang terlihat tidak penting atau tidak dapat digunakan, padahal point tersebut merupakan point penting yang dapat kita gunakan untuk dapat menambah ketinggian. dan bila kita sudah benar-benar kesulitan utntuk emecahkan di suatu titik, jangan kita terfokus hanya pada masalah tersebut, karna  ingat waktu kita sangat singkat, lanjutkan pengamatan dan kita dapat kembali mengamatinya nanti.

Dalam pengamatan ini juga kita tidak boleh melewatkan untuk melihat satu point pun terutama pada ujung-ujung papan, karna biasanya pembuat jalur tidak akan membuang-buang waktu untuk memasang pont yang tidak penting. 

Dantidak lupa kita tentukan point istirahat pada ketinggian tertentu, agar stamina kita yang biasanya mulai habis pada ketinggian tertentu dapat pulih dan dapat sam pai puncak atau Top.

Ketika telah selesai mengamati, dan masi ada waktu coba untuk mengingat nya secara keseluruhan dari bawah hingga kita sampai pada Top.

Ketika kita berada di karantina, sebisa mungkin kita saling bertukar pengalaman dan cerita pada peserta yang lain dan jangansegan-segan untuk menanyakan pada mereka cara melewati point yaang memang benar-benar tidak kita ketahui,...

semoga artikel ini dapat bermanfaat dan anda dapat melewati dan sukses dalam kopetisi dan menjadi juara dan pemenang dengan kemampuan terbaik.

*dari berbagai sumber
Read more

Teknik BOULDERING Dan Persiapannya

Diawali langkah Don Robinson pada tahun 1990 di Leeds University dengan mempelopori dibuatnya dinding panjat tebing buatan pertama yang diberi nama Achertrust, sejak saat itu pelan tapi pasti panjat tebing mengalami evolusi dari sekedar aktifitas petualangan dengan media tebing alam menjadi sebuah cabang olahraga yang dapat dipertandingkan, Sehingga lambat laun panjat tebing yang awalnya merupakan bagian dari mountainering akhirnya independent terpisah dan kemudian terkenal dengan media alam tebing-tebing alam, baik yang kering ( Tropic Climbing ) maupun yang bersalju ( Ice Climbing ). 

Perkembangan pesat panjat tebing di luar negeri membawa pengaruh besar
ke Indonesia meskipun masih dalam tahap awal yang diperkenalkan oleh Harry Suliztiarto pada tahun 70-an dengan memanjat tebing-tebing alam berbatuan karst di desa Citatah, Padalarang, Jawa Barat. Panjat tebing semakin berkembang baik di Indonesia dari segi petualangan dan semakin berkembang baik menjadi extreme sport yang bernilai prestasi sejak diadakannya perlombaan panjat tebing alam di pantai Djimbaran, Bali pada tahun 1987. Sejak diperkenalkannya panjat tebing buatan oleh para pemanjat Prancis pada awal tahun 90-an yang diikuti dengan dimulainya kejuaraan nasional panjat tebing yang pertama di Bintaro dengan papan panjat setinggi 15m, panjat tebing benar-benar telah mendapat tempat bagi pemuda Indonesia.
Pada umunya panjat tebing dalam metodenya dibagi menjdi 2 metode yaitu: 
  1. Metode memanjat dengan menggunakan pengaman.
  2. Metode memanjat tanpa menggunakan pengaman.  
Bouldering diartikan sebagai sistem pemanjatan tanpa menggunakan alat sebagai pengaman dan penambah ketinggian. Pengertian ini memang hampir sama dengan sistem pemanjatan free soloing tetapi ada dua catatan yang membedakannya. Pertama, biasanya arah ketinggian maksimal bouldering adalah tiga meter. Kedua, arah memanjat bouldering adalah menyamping.

Bouldering biasa dilakukan untuk melakukan warming up sebelum melakukan pemanjatan yang sebenarnya juga dilakukan untuk melatih teknik-teknik pemanjatan baik berupa penggunaan kaki, tangan dan badan juga gerakan-gerakan lain yang diperlukan dalam pemanjatan, selain itu bagi para pecinta panjat tebing, bouldering dianggap sebagai sebuah kreasi karena dengan melakukannya akan mendapatkan satu nilai kepuasan tersendiri.

Seiring dengan perkembangan kompetisi panjat tebing, bouldering kini menjadi salah satu nomor panjat tebing yang kini menjadi salah satu nomor panjat tebing yang biasa dipertandingkan seperti dalam X-Games Competition ( sebuah kompetisi internasional yang biasa mempertandingkan olahraga ekstrim ) dan kejuaran-kejuaraan yang dilakukan oleh UIAA ( Asosiasi panjat tebing internasional ) bahkan kompetisi tradisional panjat tebing alam yang dilakukan di Amerika Serikat di jalur pemanjatan tebing alam Yosemite dan Dolosemite ( Kompetisi ini merupakan salah satu kompetisi panjat tebing alam tertua di dunia ) Bouldering menjdi salah satu nomor yang dipertandingkan, dan dari kompetisi bouldering inilah nama Chris Sharma menjadi legenda karena merupakan pemanjat termuda yang dapat memecahkan jalur tersulit pada jalur Yosemite.

Karena merupakan bagian dari exstreme sport yang banyak mengandung resiko dalam pelaksanaannya, maka prosedur-prosedur dalam melakukannya harus benar-benar diperhatikan.

Beberapa prosedur melakukan bouldering yang biasa dijadikan acuan adalah :
  1. Spotter ( orang yang menahan atau mengarahkan ), kehadiran satu atu dua orang teman sangat baik untuk menahan kepala, leher dan punggung saat terjatuh ke tanah sehingga laju dari jatuhnya tubuh tidak terlalu keras dan aman. Tugas seorang Spotter tidak hanya menangkap atau menahan pemanjat tetapi dia juga harus mampu mengarahkan dan membaca arah gerakan jatuh seorang pemanjat dalam melakukan bouldering.
  2. Landing ( tempat mendarat ), penilaian untuk lokasi mendarat pada bouldering sebenarnya sangat mudah, misalnya apakah tempat itu datar dan bebas dari sesuatu yang bisa membuat pergelangan kaki atau tangan menjadi cidera/terkilir saat terjatuh, atau apakah banyak batu atau kerikil yang berserakan sehingga membahayakan posisi Spotter saat melakukan tugasnya.
  3. Exposure ( daerah terbuka ), biasanya berhubungan dengan ketinggian, definisinya merupakan gabungan dari tempat mendarat, posisi tubuh dan cara berpikir. Cara berpikir sangat diperlukan, dan hal ini akan dipengaruhi oleh lokasi yang dipilih. Salah satu peraturan dalam bouldering adalah mengingatkan apakah anda mau meloncat saat menggapai point terakhir. Jika point terakhir itu terlalu tinggi untuk diloncati mungkin jalur itu terlalu panjang untuk jalur boulder.
  4. Descent ( daerah untuk turun ), jangan naik jika tidak tahu bagaimana turunnya. Sebelum bouldering sebaiknya jalan-jalan di sekitar lokasi untuk mencari informasi yang diperlukan atau lebih dikenal dengan orientasi medan. Meskipun telah menjadi independent dan tidak lagi menjadi bagian dari mountainering tetapi panjat tebing tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip teknik hidup alam bebas. Buldering sebagai bagian dari panjat tebing juga tidak lepas dari hal itu dalam meminimalkan resiko dengan manajemen resiko secara baik sehingga dalam melakukannya tidak bisa lepas dari objective risk factor dan subjective risk factor management agar kegiatannya dapat dilakukan dengan aman dan menyenangkan jiwa seorang pemanjat.
Read more

Materi Dalam Panjat Tebing / Climbing

Olah raga Climbing dewasa ini cukup menjadi perbincangan, karna oragnisasi Pencinta Alam kini mulai menjamur. dan Climbing sendiri sekarang sudah menjadi salah satu Cabang olah raga yang menaantang dan kita dapat mengukir prestasi dalam kejuaraan-kejuaraan yang sering di selenggarakan. Tidak Terlalu banyak mari kita simak Materi dalam Olah raga Climbing.

1. Definisi Panjat Tebing
Panjat Tebing adalah Seni olahraga atau Hobi yang dilakukan dengan mengandalkan kelenturan dan kekuatan otot serta
tekhnik tersendiri untuk memanjat mencapai Puncak Tertinggi.  

2. Etika Pemanjatan
Secara umum etika pemnjatan sama dengan etika – etika dalam penjelajahan alam lain :
1. Dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar.
2. Dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak.
3. Dilarang membunuh sesuatu kecuali waktu.
Secara khusus ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam etika panjat tebing adalah sebagai berikut :
1. Menghormati adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat.
2. Menjaga kelestarian alam.
3. Merintis jalur baru.
4. Memanjat jalur bernama.
5. Pemberian nama jalur.
6. Memberi keamanan bagi pemanjat lain

3. Alat - Alat Pemanjatan
Alat-alat yang diguanakan dalam pemanatan artificial
  1. Tali Carmentel
Secara umun tali Carmentel di bagi menjadi dua macam yaitu :
- Static adalah tali yang mempunyai daya lentur 6% – 9%, digunakan untuk tali fixed rope yang digunakan untuk ascending atau descending. Standart yang digunakan adalah 10,5 mm.
- Dynamic adalah tali yang mempunyai daya lentur hingga 25%, digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman pada titik tertinggi.

2. Harnest adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan dengan tali.

3. Carabiner adalah cincin kait yg terbuat dari alumunium alloy sebagai pengait dan dikaitkan dgn alat lainnya.
- Karabiner Skrup/carabiner srew gate
- Karabiner Snap/carabiner non screw gate








4. Helmet adalah pelindung kepala yg melindungi kepala dari benturan dari benda-benda yang terjatuh dari atas.
5. Webbing, peralatan panjat yg berbentuk pipih tidak terlalu kaku dan lentur, biasa digunakan sebagai harnest

6. Prusik, merupakan jenis tali carmentel yg berdiameter 5-6 mm, biasanya digunkan sbg pengganti sling runner dan juga dpt digunakan untuk meniti tali keatas dengan menggunakan simpul prusik, seperti pada SRT.
7. Sepatu Panjat, sbg pelindung kaki dan mempunyai daya friksi yg tinggi sehingga dpt melekat di tebing. Jenisnya sendiri yang sering digunakan adalah soft (lentur/fleksibel) dan hard (keras)
8. Chock bag/Calk bag, sebagai tempat MgCo3 (Magnesium Carbonat) yg berfungsi agar tangan tdk licin karena berkeringat sehingga akan membantu dalam pemanjatan.
9. Descender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali kebawah serta mengamankan leader disaat membuat jalur, biasanya yg sering digunakan adalah figure of eight dan auto stop.
10. Ascender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan secara otomatis akan mengunci bila dibebani. Jenis yang digunakan biasanya jumar dan croll
11. Grigri, alat ini digunakan untuk membelay, alat ini mempunyai tingkat keamanan yg paling tinggi karena dapat membelay dengan sendirinya.
12. Hammer, berfungsi untuk menanamkan pengaman dan melepaskan kembali, biasanya yg diapakai jenisnya ringan dan mempunyai kekuatan tinggi dan ujungnya berfungsi mengencangkan mur pada saat memasang hanger.
13. Pulley, mirip katrol, kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yg berat. Digunakan untuk perlengkapan evakuasi.
14. Handdrill, merupakan media untuk mengebor tebing secara manual, yg berfungsi untuk menempatkan pengaman berupa bolt serta hanger.


4. Simpu yang Digunakan Dalam Pemanjatan
Simpul – simpul yang digunakan dalam pemanjatan
1. Simpul Delapan Ganda
Untuk pengaman utama dalam penambatan dan pengaman utama yang dihubungkan dengan tubuh atau harnest. Toleransi 55% – 59%.


2. Simpul Delapan Tunggal
Untuk pengaman utama dalam penambatan dan pengaman utama yang dihubungkan dengan tubuh atau harnest apabila carabiner tidak ada Toleransi 55% – 59%.
3. Simpul Pangkal
Untuk mengikat tali pada penambat yg fungsinya sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dsb. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 45%.









4. Simpul Jangkar
Untuk mengikat tali pada penambat yg fungsinya sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dsb. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 45%.

5. Simpul Kambing / bowline knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan atau pengaman utama yang dihubungkan dengan penambat atau harnest. Toleransi 52%.

 6. Simpul Kupu – kupu / Butterfly knot
Untuk membuat ditengah atau diantara lintasan horizon. Bisa juga digunakan untuk menghindari tali yang sudah friksi. Toleransi terhadap kekuatan tali 50%.







7. Simpul Nelayan / Fisherman Knot
Untuk menyambung 2 tali yang sama besarnya dan bersifat licin. Toleransi 41% – 50%
8. Simpul Frusik
Simpul yang digunakan dalam teknik Frusiking SRT
 








9. Simpul Pita
Untuk Menyambung Tali yang sejenis, yang sifatnya licin atau berbentuk pipih (umumnya digunakan untuk menyambung Webbing)
10. Simpul Italy
Untuk repeling jika tidak ada figure eight atau grigri. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang 45%.
o Overhand Knot
Untuk mengakhiri pembuatan simpul sebelumnya. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 40%.
o Clove hitch knot
Untu mengikat tali pada penambat yg fungsinya sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dsb. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 45%.
o Figure of eight knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan dan pengaman utama yang dihubungkan dengan tubuh atau harnest. Toleransi 55% – 59%.
o Eight on bight knot
Untuk pengaman utama dalam penambat pada dua anchor. Toleransi 68%.
o Simpul two in one
Simpul ini biasanya digunakan sebagai penambat pada anchor natural saat cleaning, yaitu ketika pemanjat selesai dan turun dari tebing tanpa meninggalkan alat.

5.   Bagian - Bagian Tebing
- Poin : Bagian Pada Tebing yang bias dijadikan tempat Pegangan dan Pijakan
- Rekahan : Bagian Tebing Yang retak membentuk rekahan
- Rock : Bagian/ Poin tebing yang terjatuh kedasar tebing
- Roof : Bagian Tebing yang berbentuk Kursi terbalik.

6. Jenis Ancor
- Natural Ancor/ Penambat Alami adalah penambat alamiah yang tersedia oleh alam,Contoh : Batang pohon, Akar pohon, Batu besar yang dijamin kuat
- Artificial Ancor/ Penambat Buatan adalah Alat yang didesain secara khusus untuk digunakan sebagai penambat, contoh : Piton, sky hook, Brigbo, ramset, hunger, stoper,
Contoh – contoh Artificial ancor:
1) Paku Piton
Merupakan pengaman sisipan yg berguna sebagai pasak.
2) Stopper
Digunakan untuk celah vertical yg menyempit kebawah dengan prinsip kerja menjepit celah membentuk sudut atau menyempi
3) Sky Hook
Sebagai pengaman sementara dengan prinsip kerja menyisipkan ujung sky hook pada celah bebatuan dan harus terbebani, usahakan meminimalkan gerak.
4) Ramset dan Hanger
Satu set peralatan dalam artificial climbing yg berfungsi untuk menanamkan bolt dan kemudian digabungkan dengan hanger sehingga menjadi pengaman tetap.
5) Friend
Pengaman yg diselipkan pada celah batu dengan bermacam ukuran. Friend ada 2 macam :
- Regular Friend
Terbuat dari allumunium alloy dan mempunyai kelemahan yaitu berbentuk static/tidak mempunyai kelenturan. Alat ini bekerja dengan baik dicelah overhang.
- Fleksibel Friend
Bentuknya sama dengan regular friend hnya mempunyai kelebihan terbuat dari kawat baja yg menjadikan friend ini sangat fleksibel, dan dapat dipasang disemua celah dan segala posisi.
6) Hexa
Prinsip kerja sama dengan stopper hanya berbeda pada bentuk round (bulat) dan hexagonal (segi enam).
7) Chocker
Alat bantu yg berfungsi untuk melepaskan hexa atau stopper yg terkait di celah batu.
8) Etrier/tangga gantung &daisy chain
o Etrier : alat yg terbuat dari webbing yg menyerupai tangga untuk membantu menambah ketinggian.
o Daisy chain : terbuat dari webbing, berfungsi untuk menambah ketinggian serta menjaga apabila etrier jatuh.

7. Kode – Kode yang Digunakan Dalam Pemanjatan
Kode – kode pemanjatan adalah sebagai berikut :
1. Climb : Pemanjat Menginstrusi kepada Pembilay bahwa pemanjat siap memanjat
2. Climbing : Pembilay Memberitahukan kepada pemanjat bhw dia siap mengamankan
pemanjat
3. On Belay : Pemanjat Menginstrusi kepada pembilay bahwa pemanjat memulai
memanjat
4. Belay On : Pembilay Memberitahukan kepada pemanjat bhw dia telah mengamankan pemanjat
5. Full : Pemanjat Menginstrusi kepada pembilay agar tali dikencangkan
6. Slack : Pemanjat Menginstrusi kepada pembilay agar tali dikendorkan
7. Rock : Pemanjat Memberitahukan kepada orang yang berada dibawah bahwa ada batuan tebing yang jatuh
8. Top : Pemanjat Memberitahukan bahwa dia telah sampai pada puncak
9. Belay of : Pemanjat Menginstrusi kepada pembilay bahwa dia tidak membutuhkan lagi pengamanan
10. Of Belay : Pembilay Menginstrusi kepada pemanjat bahwa dia tidak mengamankan lagi

8. Jenis Pegangan
 1. Open Grip : Pegangan pada pemanjatan yang dilakukan dengan posisi tangan terbuka,biasanya digunakan pada tebing – tebing datar
2. Cling Grip : Pegangan pada pemanjatan yang dilakukan degan menggunakan seluruh jari tangan dan dan agak mirip mencubit biasanya digunakan pada tebing yang permukaannya banyak tonjolan,
3. Pinch Grip : Pegangan pada pemanjatan yang mirip dengan mencubit,dan mengandalkan kekuatan jempol dan telunjuk yang biasa digunakan untuk memegang poin – poin kecil pada tebing
4. Poket Grip : Pegangan pada pemanjatan dilakukan dengan cara memasukkan jari – jari kedalam celahan/ lobang tebing, biasanya digunakan pada tebing limenstone ( kapur ) yang banyak memiliki poin lobang.
5. Vertikal Grip : Pegangan pada pemanjatan yang bertumpu pada poin tebing dengan menggunakan kekuatan lengan untuk bertumpu dan menaikkan badan.

9. Jenis Pijakan
 1. Frinction Steep : Pijakan dalam pemanjatan yang bertumpu pada kaki bagian depan dan mengandalkan gesekan karet sepatu.
2. Eadging : Pijakan dalam pemanjatan yang menggunakan sisi luar kaki.
3. Mearing : Pijakan dalam pemanjatan yang menggunakan seluruh alas kaki (Pijakan Biasa)
4. Hel Hooking : Pijakan dalam pemanjatan yang dilakukan untuk mengantisipasi poin2 yang menggantung dengan menggunakan kekuatan kaki untuk mengangkat badan keatas untuk menggapai poin selanjutnya.

10. Teknik Pemanjatan
1. Artificial Climbing
Adalah olahraga yang dilakukan pada tebing-tebing dengan tingkat kesulitan yang tinggi dengan bermodalkan alat yang diselipkan pada celah-celah batu atau memanfaatkan pengaman alam (natural anchor).
Artificial climbing ini dimana alat benar-benar digunakan sebagai penambah ketinggian disampin sebagai pengaman pemanjatan.
2. Soloing
Adalah Pemanjatan yang dilakukan dengan mengandalkan kekuatan tubuh untuk langsung mencapai top tanpa menggunakan pengaman, biasanya dilakukan oleh pemanjat profesional karna sangat berbahaya.
3. Boldering
Pemanjatan yang dilakukan untuk melatih kekuatan dan kelenturan badan yang biasanya dilakukan secara enyamping pada tebing – tebing pendek atau tebing buatan.
4. Free Climbing
Pada prinsipnya hampir sama dengan pemanjatan artificial hanya dalam free climbing alat digunakan hanya sebagai pengaman saja sedangkan untuk menambah ketinggian menggunakan pegangan tangan dan friksi (gaya gesek) kaki sebagai pijakan.
5. Runer to runer
Pemanjatan yang dilakukan tahap demi tahap,dilakukan pada pemanjatan yang sudah memiliki jalur yang berupa ancor/penambat, biasa juga diperlombakan pada wall buatan.

11. Sistem Pemanjatan
1. Alphine Tactis (Alpine Push)
Adalah system pemnjatan yang mana pemanjat melakukan pemanjatan sampai puncak tanpa turun ke basecamp, jadi pemanjat selalu berada di tebing saat tidur sekalipun (tidur gantung/hanging bivouak).
Didalam system pemanjatan ini segala aktifitas di luar pemanjatan akan dilakukan di tebing, untuk ini segala peralatan dan perbekalan harus benar-benar diperhitungkan, misal kebutuhan makan, minum dan lain-lain. Penggunaan sistem ini juga harus memperhitungkan personil yang bertugas untuk mengangkat barang-barang yang banyak tersebut dengan teknik load carry sehingga membutuhkan personil minimal tiga orang (1 orang leader, 1 orang bellayer dan 1 orang load carry).
2. Himalayan Tactic (Siege Tactic / Himalayan Style)
Adalah Pemanjatan hanya dilakukan hingga sore hari, kemudian pemanjat turun ke camp dasar dan pemanjatan dilanjutkan keesokan harinya.
Tali yang digunakan sampai picht terakhir ditinggal untuk melanjutkan pemanjatan, Jadi sebelum melanjutkan pemanjatan leader dan bellayer jumaring sampai picht terakhir, baru kemudian melanjutkan pemanjatan. Kelebihan-kelebihan system ini adalah dalam pemanjatan cukup dibutuhkan dua personil untuk membuka jalur (leader dan bellayer), tidak diperlukan load carry dan hanging bivoak, walaupun hanya satu personel yang mencapai puncak pemanjatan sudah dianggap berhasil, yang terakhir pemanjat dapat melakukan istirahat dengan nyaman dibase camp. Kekurangan nya ialah membutuhkan banyak peralatan terutama tali, Panjang tali disesuaikan dengan panjang lintasan yang akan dilakukan dalam pemanjatan, pemanjatan yang menggunakan system ini membutuhkan waktu lebih lama.

12. Macam – Macam Tebing
Beberapa batuan yang sering dijumpai yang terutama lokasi dimana sering dijadikan ajang pemanjatan di Indonesia.
1. Batuan Limenstone Batuan yang banyak memiliki lobang – lobang dan berwarna putih.
2. Batuan Beku- Andersit,berwarna hitam keabu-abuan massif dan kompak
- Lava Andersit,seperti andersit dan biasanya dijumpai lubang-lubang kecil bekas keluarnya gas dan dijumpai dengan kesan berlapis
- Breksi lava,menyerupai batu breksi pada umumnya
- Granit,berwarna terang dengan warna dasar putih
3. Batuan Sedimen
- Batu Gamping,berwarna putih kekuningan,kompak,banyak dijumpai retakan atau lubang,dan biasanya berlapis.
- Breksi Sedimen,seperti halnya breksi lava tapi batu ini biasanya berupa batu pasir.
4. Batu Metamorf
Hampir sama dengan batu gamping tapi disini sudah mengalami rekristalisasi dan warnanya sangat beragam.

Read more